Tidur Berlebih pada Lansia Bisa Sebabkan Gangguan Kesehatan Kronis


Berita Lansia - Kondisi kekurangan atau kelebihan tidur dapat mempengaruhi kesehatan, terutama pada kelompok lansia di atas 60 tahun. 

2024-01-19 21:19:05

Geriatri.id - Kekurangan atau kelebihan tidur dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan bagi lansia. Tidur merupakan kebutuhan pokok tubuh, sebagaimana air, udara, dan makanan. 

Jika kebutuhan tidur tidak terpenuhi, dampaknya mirip dengan kekurangan air, makanan, atau udara. Kondisi kekurangan atau kelebihan tidur dapat mempengaruhi kesehatan, terutama pada kelompok lansia di atas 60 tahun. 

Terlalu banyak tidur pada lansia dapat menyebabkan sejumlah gangguan kesehatan, seperti:

1. Gangguan pada Otak

Organ tubuh yang paling terdampak oleh kelebihan tidur adalah otak. Studi terbaru menunjukkan bahwa kurang tidur atau kelebihan tidur dapat mengakibatkan penurunan kualitas kemampuan kognitif. 

Baca juga: Tetap Segar di Masa Tua dengan Menjaga Asupan Cairan pada Lansia

Gangguan ini dapat berkontribusi pada risiko penyakit Alzheimer dan demensia. Dilansir dari Eatthis, menurut penelitian waktu tidur yang ideal untuk lansia adalah antara enam hingga delapan jam per malam.

2. Selalu Lelah dan Mengantuk

Tidur seharusnya memberikan energi dan membuat tubuh segar saat bangun. Namun, jika terbangun dengan rasa lelah yang berlebihan dan mengantuk sepanjang hari, kemungkinan itu tanda kurang tidur atau tidur terlalu lama. 

Penelitian menunjukkan bahwa lansia yang tidur lebih dari 9 jam per malam cenderung merasakan kelelahan dan bangun dengan kondisi tubuh yang kurang bugar.

3. Meningkatkan Risiko Serangan Jantung

Tidur berlebihan juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung pada lansia. Kelompok usia di atas 50 tahun memiliki risiko tinggi terkena masalah jantung. 

American College of Cardiology menyatakan bahwa durasi tidur malam hari pada lansia berpengaruh pada penumpukan lemak dan plak pada arteri. 


Studi menunjukkan bahwa lansia yang tidur antara 7 hingga 8 jam per malam memiliki risiko lebih rendah terhadap penumpukan plak dibandingkan dengan yang tidur kurang dari 7 jam atau lebih dari 8 jam.

Baca juga: Benarkah Kebijaksanaan Seseorang Terkait dengan Penuaan?

4. Mudah Mengalami Kenaikan Berat Badan

Rutin tidur lebih dari 9 jam per malam dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Sleep menyatakan bahwa tidur lebih dari 9 jam per hari dapat meningkatkan risiko obesitas. 

Orang yang tidur terlalu lama cenderung kurang beraktivitas dan lebih sering mengalami penumpukan lemak.

Untuk menghindari dampak negatif tersebut, disarankan agar lansia tidur pada rentang waktu yang cukup, yaitu antara 7 hingga 8 jam setiap malam. Hindari tidur yang terlalu singkat atau terlalu lama dari waktu ideal tersebut untuk menjaga kesehatan optimal.

Ilustrasi: Lansia tertidur pulas (Pixabay)

Video Lansia 

 

kesehatan lansia,lansia sehat,lansia online,penyakit lansia,geriatri,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Latihan Beban Jadi Kunci Menua Sehat dan Bugar

Menghirup Udara Pagi di Taman Kota Salatiga

Rahasia 'SuperAgers': Lansia dengan Daya Ingat Setajam Orang Muda

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026