Tetap Segar di Masa Tua dengan Menjaga Asupan Cairan pada Lansia


Berita Lansia - Seiring dengan proses penuaan, tubuh cenderung kehilangan kemampuan untuk mendeteksi kehausan dengan cepat.

2024-01-19 15:09:41

Geriatri.id - Lansia sering dihadapkan pada berbagai tantangan dalam menjaga kesehatan mereka, dan satu aspek yang sering terabaikan adalah pemenuhan asupan air yang cukup. Meskipun terlihat sederhana, asupan air memiliki peran krusial dalam menjaga kesehatan para lansia.

Seiring dengan proses penuaan, tubuh cenderung kehilangan kemampuan untuk mendeteksi kehausan dengan cepat. Sementara itu dilansir dari wtvy.com, menurut National Council of Aging menyatakan bahwa orang yang berusia lebih dari 65 tahun memiliki lebih sedikit air dalam tubuhnya dibandingkan orang dewasa yang lebih muda.

Ketika tubuh menua, komposisinya berubah dan itu berarti tubuh menyimpan lebih sedikit air. Itu berarti lansia harus minum lebih banyak air. 

Para ahli merekomendasikan jumlah asupan air yang khusus untuk lansia. Meskipun panduan umum menyarankan setidaknya 8 gelas air per hari, kebutuhan individu dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti kesehatan dan tingkat aktivitas fisik.

Baca juga: Benarkah Kebijaksanaan Seseorang Terkait dengan Penuaan?

Untuk mempermudah pemenuhan asupan air, penting untuk menyediakan air yang mudah diakses bagi lansia. Penempatan air minum di tempat-tempat strategis di sekitar rumah atau fasilitas perawatan lansia dapat membantu meningkatkan konsumsi air.

Selain air, minuman lain seperti jus buah, teh herbal, atau kaldu sayuran juga dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan. Perlu diperhatikan agar minuman-minuman ini tidak mengandung kadar gula yang tinggi.

Beberapa penyakit kronis yang umum pada lansia, seperti diabetes atau penyakit ginjal, dapat memengaruhi kebutuhan cairan. Oleh karena itu, konsultasi dengan profesional kesehatan diperlukan untuk menyesuaikan asupan air sesuai dengan kondisi kesehatan individu.

Beberapa lansia mungkin mengalami kesulitan menelan atau mengalami penurunan nafsu makan. Untuk mengatasi hal ini, strategi seperti memberikan cairan dalam bentuk lain atau mengonsumsi makanan dengan kandungan air tinggi dapat menjadi solusi.

Baca juga: 7 Tips Merawat Orang Tua yang Sudah Lansia di Rumah

Penting untuk dapat mengenali tanda-tanda dehidrasi pada lansia, seperti mulut kering, penurunan produksi urin, atau kelelahan yang tidak biasa. Deteksi dini dapat membantu mencegah masalah kesehatan lebih lanjut.

Peran keluarga atau pendamping sangat penting dalam memastikan pemenuhan asupan air yang cukup bagi para lansia. Mereka dapat membantu mengingatkan, memberikan minuman secara teratur, dan mencari bantuan medis jika diperlukan.

Dengan menjaga asupan air yang baik, lansia dapat memperoleh manfaat signifikan pada kesehatan mereka. Hidrasi yang memadai dapat mendukung fungsi organ, memperbaiki kestabilan tekanan darah, dan secara keseluruhan meningkatkan kualitas hidup selama masa penuaan.

Ilustrasi: Kebutuhan asupan cairan untuk menjaga kesehatan lansia. (Pixabay)

Video Lansia Online

 

lansia sehat,lansia,lansia online,geriatri,kesehatan lansia,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Cegah Ompong? Gampang Kok Asal Rajin

Pengalaman Saya di Tanah Suci

Pendamping Lansia Agar Selalu Memperhatikan Kesehatan Diri Juga

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026