
Geriatri.id - Berbeda dengan sebagian besar negara Barat, orang yang tinggal di Pulau Ikaria, Yunani berpeluang besar mencapai usia 90-an dalam keadaan sehat.
Para ahli berspekulasi ada beberapa alasan untuk ini. Salah satunya olahraga teratur. Ikaria merupakan wilayah bergunung, sehingga untuk mengunjungi toko saja harus menguras fisik.
Namun warga disana memiliki rasa kebersamaan kuat, yang menjaga tingkat depresi tetap rendah. Faktor lainnya adalah pola makan.
Ikaria adalah salah satu dari lima Zona Biru resmi di dunia. Seperti Okinawa di Jepang dan Nicoya di Kosta Rika, penduduknya menganut pola makan 95-100 persen nabati yaitu buah-buahan segar, sayuran hijau, biji-bijian, kacang-kacangan, dan polong-polongan.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Apakah pola makan makanan utuh dan nabati yang terbaik untuk kesehatan lansia? Jika Blue Zone bisa dijadikan acuan, memang terlihat seperti itu.
Pola makan dan penuaan
Penelitian menegaskan seiring bertambahnya usia manusia, makanan menjadi lebih penting dari sebelumnya. Itu karena tubuh mulai berubah seiring bertambahnya usia; otot, tulang, dan organ membutuhkan lebih banyak dukungan dari nutrisi penting.
Kulit yang menipis misalnya, merupakan gejala umum penuaan. Namun hal ini membuat penyerapan vitamin D dari sinar matahari menjadi lebih sulit.
Vitamin D penting untuk penyerapan kalsium, sehingga pada gilirannya dapat menyebabkan kekurangan kalsium. Kedua nutrisi ini dapat diperoleh melalui pola makan.
Protein juga penting karena membantu menjaga massa otot. Tanpanya, orang lansia mempunyai risiko lebih besar mengalami kerusakan otot, yang dapat menyebabkan masalah mobilitas dan pemulihan penyakit lebih lambat.
Dikutip dari vegnews.com, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Journals of Gerontology menemukan dari 2.900 orang lansia, mereka yang mengonsumsi paling banyak protein memiliki kemungkinan 30 persen lebih kecil untuk mengalami gangguan fungsi.
Kalium, omega-3, magnesium, dan zat besi juga merupakan kekurangan yang umum terjadi pada orang lansia.
Menurut British Geriatrics Society, 30 persen orang berusia di atas 85 tahun di Inggris menderita anemia.
Kesehatan lansia
Pola makan dapat berperan dalam menjaga kesehatan lansia secara optimal, yang pada gilirannya dapat mengurangi risiko penyakit tertentu.
Organisasi Kesehatan Dunia mencatat risiko demensia misalnya, diturunkan ketika seseorang mengikuti pola makan bergizi dan membatasi asupan alkohol, serta perilaku sehat lainnya.
Masyarakat Alzheimer mengakui bukti bahwa pola makan kaya buah-buahan, sayur-sayuran, dan sereal, serta rendah daging merah dan gula, dapat membantu mengurangi risiko terkena penyakit ini.
Penelitian menunjukkan pola makan makanan tinggi nabati dapat mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker. Semuanya merupakan penyebab umum kematian di kalangan lansia.
“Meski beberapa orang mungkin tergoda untuk percaya bahwa veganisme adalah pola makan bagi kaum muda, faktanya ada banyak manfaat dari mengonsumsi makanan vegan untuk lansia,” ahli diet Amber Dixon, MPH - yang juga merupakan perawat geriatri dan pendiri Elderly Guides, sebuah platform penyedia sumber daya kesehatan untuk lansia dan keluarga.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Dia menegaskan kembali hal ini dapat mengurangi risiko demensia, serta membantu orang menjaga berat badannya.
“Makan vegan berarti Anda akan mendapatkan banyak serat dan karbohidrat kompleks,” katanya.
Menurut dia, itu akan membantu orang merasa kenyang lebih lama dan mengatur kadar gula darah.***
Ilustrasi - Rahasia lansia di Yunani berumur panjang.(Pixabay)
Video Lansia Online
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri