
Geriatri.id - Kecemasan yang berhubungan dengan kanker memiliki dampak negatif pada kesejahteraan emosional, fisik, dan sosial.
Data menunjukkan pasien lanjut usia (lansia) cenderung tidak terdiagnosis sehingga mengakibatkan hasil yang buruk.
The ASCO Post’s Integrative Oncology menyoroti pentingnya skrining dan pengobatan kecemasan pada lansia, di mana komorbiditas terkait usia dan penurunan kognisi, serta jaringan sosial, mungkin berkontribusi pada kecemasan terkait kanker dan pengobatannya.
The ASCO Post’s Integrative Oncology dimaksudkan untuk memfasilitasi ketersediaan informasi berbasis bukti mengenai terapi integratif dan komplementer yang terkadang digunakan pasien kanker.
Kecemasan adalah respons normal terhadap ancaman yang dirasakan. Ini ditandai kekhawatiran yang sulit dikendalikan, gelisah, kesulitan berkonsentrasi dan tidur, kelelahan, dan ketegangan otot.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Bagi lansia, ancaman kanker terjadi dalam konteks ancaman lain yang disebabkan penuaan, seperti komorbiditas medis terkait usia dan keterbatasan mobilitas, perubahan kognitif mulai dari penurunan normatif hingga penyakit seperti demensia dan penyusutan jaringan sosial akibat cacat dan kematian orang tercinta.
Menurut penelitian, lebih dari 40% lansia dengan kanker melaporkan kecemasan klinis signifikan pasca pengobatan. Namun hampir setengah dari pasien ini tidak menerima layanan psiko-sosial.
Ketidaksetaraan pengobatan ini bermasalah karena kecemasan yang melekat dan hubungannya dengan gejala fisik lebih buruk dengan tingkat kematian lebih tinggi.
Pengobatan kecemasan pada lansia
Terapi kognitif perilaku atau pengelolaan farmakologis adalah pengobatan yang direkomendasikan untuk kecemasan pada pasien kanker.
Terapi kognitif perilaku adalah terapi psikologis. Terapi ini fokus pada masalah dan dalam waktu terbatas (2–10 sesi) dengan target menargetkan pikiran dan perilaku yang meningkatkan distres.
Ini telah banyak diteliti dan terbukti efektif pada lansia dan pasien kanker.
Terapi kognitif perilaku sangat cocok untuk lansia dengan kanker, karena tingginya tingkat efek samping penggunaan obat psikotropika dan penelitian terbatas pada lansia.
Terapi kognitif perilaku dapat mengurangi kecemasan tanpa berkontribusi pada polifarmasi.
Kecemasan umum pada lansia dengan kanker berhubungan dengan kualitas hidup dan respons pengobatan kanker yang buruk.
Evaluasi dan pengobatan harus mempertimbangkan tumpang tindihnya gejala kecemasan, penyakit, dan efek pengobatan, serta penuaan.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Mengurangi kecemasan berpotensi meningkatkan kualitas hidup dan keterlibatan dalam perawatan kanker pada lansia.***
Ilustrasi - Cara mengatasi kecemasan pada lansia penderita kanker.(Pixabay)
Video Lansia Online
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri