
Geriatri.id - Sebuah penelitian menunjukkan 77% orang dewasa meyakini orang tua mereka keras kepala dalam menerima bantuan saat melakukan tugas sehari-hari. Penelitian ini dilakukan peneliti di Penn State University.
“Saya bahkan tidak bisa menceritakan berapa kali saya dan suami saya menyarankan pilihan untuk meningkatkan kualitas hidup orang tua saya, dan mereka menolak kami,” ujar Mary Heitger-Marek, seorang analis program dari Annapolis, Maryland.
Heitger-Marek bukan satu-satunya yang mendapatkan penolakan seperti itu, mungkin saja ini juga terjadi pada orang dewasa lebih muda lainnya dalam menjalankan tugas mengasuh orang tuanya yang sudah lansia.
Berikut tips yang bisa memudahkan seorang anak merawat orang tua lansia dikutip dari aplaceformom.com:
1. Lakukan percakapan lebih awal
Komplikasi kesehatan pada lansia tidak selalu dapat diprediksi. Karena itu menyiapkan langkah antisipasi sedini perlu dilakukan.
“Bicaralah dengan mereka saat mereka masih berkembang dan memegang kendali,” kata Amy McLoughlin, spesialis pembelajaran dan pengembangan di A Place for Mom yang memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun di industri kehidupan lansia.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Menurut dia, dengan menjangkau mereka ketika masih mandiri memungkinkan untuk membicarakannya tanpa stres.
Percakapan awal juga memungkinkan orang tua memikirkan bagaimana kebutuhan mereka dapat memengaruhi kehidupan anaknya di masa depan.
2. Pahami kekhawatiran dan perilaku orang tua
Penuaan adalah proses yang sulit bagi hampir semua orang. Banyak lansia hidup dengan demensia atau masalah kesehatan mental, termasuk kecemasan dan depresi.
Lakukan pendekatan untuk memahami kekhawatiran dan perilaku orang tua.
Pekerja sosial Suzanne Modigliani, seorang spesialis perawatan kehidupan di Massachusetts menyarankan anak-anak untuk bertanya kepada diri sendiri tentang perilaku orang tua mereka.
Pertanyaan-pertanyaan itu meliputi apakah mereka bertindak seperti ini karena kebiasaan?
Apakah mereka khawatir akan kehilangan kemerdekaannya?
Apakah mereka menderita depresi atau kecemasan?
Apakah mereka bingung atau menderita demensia? Hal-hal apa saja yang mungkin mereka takuti?
Mengidentifikasi akar penyebab perilaku orang tua dapat membantu dalam memilih cara terbaik untuk melakukan perubahan positif.
3. Evaluasi situasi orang tua
Jangan berharap untuk membuat perubahan besar dalam semalam. Hargai kemandiriannya dengan mengakui apa yang masih bisa mereka lakukan.
Meski sulit, biarkan orang tua yang memegang kendali atas kehidupan dan pilihan pengasuhan mereka sendiri.
Ini dapat membantu menurunkan stres dan bahkan meningkatkan hubungan anak dengan orang tua yang sudah lansia.
Fokus dan putuskan masalah yang paling penting. Misalnya, hal-hal yang berkaitan dengan keselamatan orang tua di rumah harus menjadi prioritas utama.
4. Bersikap tenang namun tetap gigih
Saat meminta seseorang mengubah gaya hidupnya, itu masalah besar sehingga sulit mencapai kesimpulan setelah satu percakapan.
Jika ingin membicarakan topik berkaitan dengan pengasuhan orang tua, lakukan ketika semua dalam kondisi yang baik.
Membicarakan perubahan besar dalam hidup ketika salah satu atau dua pihak sedang kesal hanya akan membuat diskusi menjadi lebih sulit.
5. Perlakukan orang tua seperti orang dewasa
Meski terkadang orang tua berperilaku tidak rasional, tetap perlakukan mereka seperti orang dewasa. Cobalah untuk tidak memberi perintah kepada orang tua.
“Hindari sikap kekanak-kanakan pada orang tua,” kata Dr. Robert Kane, mantan direktur Center on Aging dan penulis The Good Caregiver.
“Menghadapi orang tua yang keras kepala tidak sama dengan menghadapi anak yang keras kepala. Orang lanjut usia harus mandiri.”
“Anda harus menyadari mereka sudah dewasa, dan diperbolehkan mengambil keputusan sendiri — meski menurut Anda itu adalah keputusan yang salah,” kata McLoughlin.
6. Mundur ketika segala sesuatunya berada di luar kendali
Terkadang, yang bisa kamu lakukan hanyalah memberikan nasihat dan membiarkan orang tuamu memilih.
McLoughlin menyarankan rencana cadangan bagi orang tua yang terus menolak bantuan. Rencana cadangan akan membantu dan mempercepat proses penanganan saat orang tua mengalami masalah kesehatan.
7. Ciptakan sistem pendukung untuk orang tua
McLoughlin mengatakan dalam banyak kasus, penting untuk mengumpulkan teman orang tua atau saudara terdekat. Mungkin orang tua akan lebih bisa menerima nasihat dari meraka.
Ini dapat membantu orang tua menyadari bahwa orang lain juga mempunyai kekhawatiran yang sama mengenai kesehatan dan keselamatannya.
8. Jujur
Pendekatan lain untuk membantu orang tua lansia yang menolak bantuan adalah dengan berterus terang mengenai dampak terhadap anggota keluarga lainnya.
Komunikasikan kekhawatiran itu kepada orang tua dan jelaskan itu akan berkurang jika mereka mengikuti saran yang diberikan.
Menemukan cara mengelola stres sangat penting bagi pengasuh orang tua lansia.
Sangat mudah untuk merasa frustrasi, takut, dan cemas ketika terus-menerus membantu orang tua lansia yang menolak bantuan, tidak peduli seberapa besar kepedulian Anda terhadap mereka.
Cegah dengan merawat diri sendiri dan menemukan aktivitas atau hobi yang membantu melepaskan emosi negatif.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
9. Rencanakan bersama orang tua
Melibatkan orang tua dalam percakapan perencanaan perawatan jangka panjang dapat membantu memotivasi mereka untuk menerima perawatan yang dibutuhkan.
Banyak lansia mungkin menyadari bahwa mereka membutuhkan bantuan tetapi tidak yakin bagaimana cara memintanya sendiri.
10. Bantu orang tuamu untuk maju
Dengarkan kebutuhan orang tua. Namun perlu diingat, ingpada akhirnya, mereka memiliki otonomi atas keputusannya. Lakukan percakapan terbuka, dan ciptakan jalan tengah yang membuat semua orang merasa nyaman. ***
Ilustrasi - Tips menghadapi orang tua yang sudah lansia.(Pixabay)
Video Lansia Online
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri