
Geriatri.id - Lansia seringkali menghadapi tantangan dalam menjaga nafsu makannya. Faktor-faktor seperti gangguan makan, perubahan fisik dan perhatian leluarga dapat berkontribusi terhadap penurunan nafsu makan pada lansia.
Dalam konteks ini, dukungan dan perhatian keluarga terdekat menjadi kunci utama dalam menjaga asupan nutrisi lansia.
Gangguan makan pada lansia mencakup berbagai aspek seperti metabolisme tubuh lansia yang mulai berkurang, penurunan fungsi indera, terutama indera pengecap dan kesulitan mengunyah karena gangguan gigi.
"Gangguan gigi bisa menyebabkan ompong yang sering kali memaksa lansia untuk mengonsumsi makanan lunak dengan kandungan nutrisi yang kurang," kata Ahli Gizi Rini Siti Haerani, SP, MARS di kanal YouTube Geriatri TV yang ditulis, Kamis 4 Januari 2024.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Selain gangguan makan, perhatian dari keluarga juga turut berperan dalam menjaga nafsu makan lansia. Seperti yang dikatakan Rini Siti Haerani, kurangnya perhatian keluarga dapat menciptakan rasa sedih pada lansia dan berimbas pada penurunan nafsu makannya.
Hal penting lainnya bagi keluarga dalam memperhatikan asupan makanan pada lansia adalah dengan memastikan makanan yang disiapkan tidak hanya mudah dikonsumsi, tetapi juga mengandung nutrisi yang diperlukan.
"Saya lebih menyarankan kepada keluarga meningkatkan bumbu untuk makanan lansia. Misal jahenya, rempahnya, yang akan meningkatkan aroma makanan tersebut. Saya cenderung untuk mengupayakan secara alami dulu, karena obat bisa berdampak pada pencernaan dan fungsi ginjal," jelasnya.
Masalah umum pada lansia yang biasanya dipicu oleh kekurangan nutrisi seperti kegemukan, malnutrisi, anemia gizi, sembelit, penyakit tidak menular, dan osteoporosis. Agar meminimalisir terjadinya masalah tersebut pada lansia diperlukan perencanaan makanan yang sesuai.
Pengaruh Obat-obatan dan Gangguan Motorik
Penggunaan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan penurunan nafsu makan pada lansia. Efek samping seperti rasa mual dapat menjadi hambatan dalam menjaga asupan nutrisi yang cukup untuk lansia. Selain itu, gangguan kemampuan motorik menyulitkan lansia dalam menyiapkan atau menyuap makanan sendiri.
"Penggunaan obat bagi orang-orang yang mengidap diabetes, hipertensi atau kolersterol dan lainnya, bisa menyebabkan pengurangan nafsu makan. Ada beberapa obat yang menyebabkan diuretik sehingga banyak keluar cairan dan terjadi konstipasi," papar Rini.
Kurangnya sosialisasi dan kesepian juga dapat berkontribusi pada penurunan nafsu makan lansia. Sering ditinggal oleh anak-anak atau kehilangan orang terkasih dapat memicu perasaan kesepian yang berdampak negatif pada kesejahteraan nutrisi lansia.
Risiko Ketidakseimbangan Gizi Lansia
Demensia menjadi faktor risiko tambahan yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan gizi pada lansia. Lansia dengan demensia cenderung lupa makan atau mengalami perubahan perilaku yang dapat memengaruhi pola makan mereka.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Dalam menjaga nafsu makan lansia, perlu ada perhatian yang komprehensif dari keluarga dan lingkungan sekitarnya. Selain memastikan asupan nutrisi yang cukup, melibatkan lansia dalam aktivitas sosial dan memberikan dukungan emosional dapat membantu menjaga kesehatan mereka secara keseluruhan.
Sebuah pendekatan holistik dan perencanaan makanan yang bijak dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup lansia.***
Ilustrasi - Pentingnya asupan bagi lansia agar tetap sehat.(Pixabay)
Video Lansia Online
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri