
Geriatri.id - Bersyukur adalah salah satu kunci kebahagiaan yang berhubungan dengan kesehatan mental. Orang yang bersyukur lebih siap menghadapi situasi nol kebahagiaan.
Psikolog dari Himpunan Psikolog Jawa Barat, Riani Fitria mengatakan nol kebahagiaan adalah situasi yang tidak membahagiakan atau menyebabkan kesedihan.
Dia mencontohkan ketika seseorang kehilangan anggota keluarga atau kejadian lainnya.
“Ditinggalkan keluarga itu pasti sedih, tapi jika rasa syukur sudah dilatih, dari suatu kejadian duka bisa mengambil sisi positif,” ujar Riani dikutip dari Geriatri TV.
Apa manfaat bersyukur bagi lansia? Lansia kerap menghadapi masalah kesepian karena barbagai sebab.
Misalnya, kesepian karena anaknya sudah dewasa atau teman sebaya meninggal dunia.
Menurut Riani, setiap kejadian memiliki dua kutub positif dan negatif. Tergantung mau melihat secara positif atau negatif.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Misalnya ketika seorang anak akan meninggalkan rumah setelah menikah.
"Kalau kita ngambilnya negatif ‘aduh enggak ada lagi deh anak di rumah’ tapi kalau mengambil positifnya ‘tapi anak kan harus mandiri, dengan dia keluar rumah, dia berlatih sendiri untuk survive,” jelasnya.
Dikatakan Riani, rasa syukur bisa dilatih. Salah satunya dengan jurnal bersyukur yaitu menulis dengan tinta hal-hal yang menyenangkan. Gerakan ketika menulis menstimulasi langsung ke otak.
Efektivitas jurnal bersyukur sudah diujicobakan. Sekelompok orang diminta menulis jurnal bersyukur selama satu minggu. Sekelompok lainnya menulis hal-hal tidak menyenangkan.
Hasilnya, mereka yang menulis hal-hal baik menjadi positif, kondisi badan dan jiwanya lebih bagus dan lebih bersemangat dalam menjalani hidup.
“Tapi pada kelompok yang menulis hal-hal tidak baik, jadinya mereka lebih depresi dan lebih agresif,” katanya.
Dia menambahkan, jika banyak mengingat hal positif, hormon kebahagiaan akan lebih banyak.
Akhirnya, kebahagiaan itu tercipta secara hormonal dan kimiawi.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
“Jadi dari mentalnya dapat dari kesehatan fisiknya juga dapat karena bersinergi. Kita mulai dari kesehatan jiwa, setelah sehat jiwa memengaruhi kesehatan fisik,” pungkasnya.***
Ilustrasi - Lansia beraktivitas di kebun.(Pixabay)
Video Lansia Online
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri