Tips Pola Makan Sehat Seiring Bertambahnya Usia


Berita Lansia - Penuaan dapat membawa perubahan pada kesehatan dan kehidupan seseorang sehingga membuat pola makan sehat menjadi tantangan tersendiri. 

2023-12-31 13:45:10

Geriatri.id - Penuaan dapat membawa perubahan pada kesehatan dan kehidupan seseorang sehingga membuat pola makan sehat menjadi tantangan tersendiri. 

Padahal, orang lanjut usia (lansia) sangat rentan terhadap perubahan berat badan. 

Bagaimana cara memastikan lansia mendapatkan nutrisi yang tepat? Berikut tips dari Spesialis Geriatri Ami Hall, DO dikutip dari cleveland clinic. 

1. Pertahankan jadwal makan teratur

Lansia perlu fokus untuk makan secara teratur. Memiliki waktu makan teratur dapat bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental mereka.

2. Jangan melewatkan waktu makan

Jika memerlukan pengingat, Dr. Hall merekomendasikan untuk menambahkan waktu makan dan camilan ke kalender atau menyetel alarm jam tangan, komputer, atau aplikasi ponsel. Cara ini untuk mengingatkan kapan lansia harus makan.

3. Makan bersama

Waktu makan bisa menjadi waktu yang tepat untuk berkumpul bersama teman dan orang terkasih.

“Teman, keluarga dan berkumpul bersama komunitas membuat waktu makan lebih menyenangkan dan sama pentingnya bagi kesehatan mental kita seperti halnya apa yang kita makan bagi tubuh kita,” kata Dr. Hall. 

“Undang orang lain untuk bergabung dengan Anda, berbagi cerita, dan terhubung sambil makan.”

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Makan bersama bisa sangat membangkitkan semangat saat lansia mengalami depresi, kesepian, atau kurang tertarik pada aktivitas lain.

4. Praktikkan kebiasaan keamanan pangan

Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS mengatakan orang berusia di atas 65 tahun lebih berisiko terkena penyakit bawaan makanan, seperti Listeria dan Salmonella. 

Hal ini mungkin disebabkan karena sistem kekebalan tubuh yang melemah seiring bertambahnya usia. 

Penuaan dapat menurunkan seberapa baik ginjal dan hati menyaring dan membuang racun dari tubuh.

Dr. Hall juga memberikan tips aman berkaitan dengan makanan:  

- Perhatikan baik-baik tanggal kedaluwarsa dan tanda-tanda lain.

- Sering mencuci tangan.

- Masak makanan seperti daging dan telur hingga matang.

- Dinginkan sisa makanan.

- Batasi atau hindari keju lunak, daging dan makanan laut mentah atau setengah matang, serta produk susu yang tidak dipasteurisasi.

Seperti apa pola makan lansia?

Lansia dapat memastikan mereka mengonsumsi makanan untuk mendapatkan manfaat kesehatan maksimal dengan berfokus pada beberapa kebutuhan diet utama seperti:

- Mendapatkan serat

Tambahkan serat ke makanan seperti biji-bijian, serta buah dan sayuran mentah.

- Makan lemak sehat

Kurangi asupan kolesterol dan lemak. Buat pilihan yang lebih cerdas dengan menikmati atau menyiapkan makanan dengan lemak sehat, termasuk minyak zaitun, alpukat, salmon, dan kenari.

- Mengurangi konsumsi garam

Bumbui masakan dengan bawang putih, bumbu dan rempah-rempah lainnya. 

Pilih makanan yang rendah natrium atau tanpa tambahan garam.

- Membatasi “makanan putih”

Ini mencakup makanan seperti roti putih, nasi, dan kentang, yang tidak memberikan banyak nilai gizi jangka panjang.

- Tetap terhidrasi

Penuaan dapat meningkatkan risiko dehidrasi. Minum enam gelas air berukuran 8 ons atau minuman lain setiap hari (jika tidak menjalani diet terbatas cairan). Batasi minuman yang mengandung kafein dan alkohol.

- Memaksimalkan asupan vitamin D 

Tingkatkan paparan sinar matahari (memakai tabir surya) dan makan makanan tinggi vitamin D - seperti ikan berlemak, tuna kaleng, kuning telur, susu yang diperkaya dan sereal atau suplemen.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Penuaan dapat disebabkan kondisi kesehatan yang dapat dikelola dengan baik melalui perawatan pribadi dan saran pola makan sehat. 

“Pastikan berkonsultasi dengan dokter tentang cara makan yang benar untuk kesehatan terbaik Anda,” saran Dr. Hall. 

“Dokter Anda mungkin membuat rekomendasi lain berdasarkan riwayat kesehatan unik Anda dan profil kesehatan pribadi secara keseluruhan.”

Misalnya, lansia dengan tekanan darah rendah saat berdiri mungkin memerlukan diet garam yang sedikit lebih tinggi. 

“Penting lansia yang mengalami perubahan nafsu makan dan berat badan untuk menemui dokter sebelum melakukan perubahan pola makan apa pun,” kata Dr. Hall. 

“Jaga diri Anda dengan baik, dan atasi masalah nutrisi secara langsung sehingga rencana yang tepat dapat dibuat agar dapat kembali ke jalur yang benar untuk menjadi diri Anda yang terbaik,” pungkasnya.*** 

Ilustrasi - Tips pola makan sehat bagi lansia.(Pixabay)

Video Lansia Online


 

lansia,lansia sehat,nutrisi lansia,lansia bahagia,merawat lansia,berita lansia,geriatri,pola malan lansia

ARTIKEL LAINNYA

Apa yang Harus Dilaksanakan Sebelum Caregiver Memulai Tugasnya

Renta Itu Apa? Ketika “Sudah Tua” Bukan Lagi Penjelasan yang Cukup

Singapura Putar Otak Wujudkan Negara Ramah Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026