Bagaimana Penuaan Berdampak Buruk pada Kaki?


Berita Lansia - Penuaan berdampak buruk pada kaki seperti bagian tubuh lainnya. Mengingat besarnya tekanan pada kaki, mudah untuk mengetahui mengapa masalah ini terjadi. 

2023-12-17 22:08:50

Geriatri.id - Penuaan berdampak buruk pada kaki seperti bagian tubuh lainnya. Mengingat besarnya tekanan pada kaki, mudah untuk mengetahui mengapa masalah ini terjadi. 

Selain kerusakan umum, ada perubahan fisiologis yang  mempengaruhi fungsi sendi, tulang, dan tendon.

Perubahan ini berkembang secara bertahap seiring melambatnya pergantian sel dan produksi kolagen. 

Saat kulit mulai menipis, lapisan lemak juga akan menjadi bantalan telapak kaki dan tumit.

Perubahan ini dapat menimbulkan masalah stabilitas yang mempengaruhi lutut, pinggul dan punggung bawah. 

Masalah kaki terkait penuaan yang paling umum adalah masalah berhubungan dengan kulit, jaringan ikat, sendi, kuku dan sirkulasi darah.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Kulit kering

Kulit kering, terutama di telapak kaki mungkin memerlukan penggunaan pelembab untuk mencegah pecah-pecah dan infeksi. 

Penipisan kolagen secara bertahap, yang diperburuk kurangnya perawatan kaki dapat menyebabkan terbentuknya tumit pecah-pecah dan kapalan.

Jika tidak ditangani, kulit pecah-pecah di sekitar tumit dapat menyebabkan nyeri saat berjalan atau bahkan berdiri.

Jika retakan pada kulit cukup dalam, bakteri dapat menyusup ke jaringan yang terbuka dan menyebabkan infeksi kaki. 

Pada orang lanjut usia (lansia) atau penderita diabetes, ini dapat menyebabkan infeksi serius yang disebut selulitis.


Kaki datar

Seiring bertambahnya usia, jaringan ikat yang disebut ligamen dapat mulai meregang, mengurangi tinggi lengkungan kaki dan menyebabkan kondisi kaki rata (pes planus).

Biasanya rasa sakit yang disebabkan pes planus berkembang di bagian tengah kaki. 

Rasa sakit ini cenderung meningkat seiring aktivitas. 

Seringkali rasa sakit disertai pembengkakan di sepanjang pergelangan kaki bagian dalam dan lengkungan. 

Nyeri pinggul, lutut dan punggung bawah juga sering terjadi.

Kaki datar juga dapat mengubah sudut kaki, menyebabkan overpronasi, hilangnya stabilitas, dan peningkatan risiko keseleo pergelangan kaki dan kaki.

Tendon Achilles memendek

Seiring bertambahnya usia, jenis jaringan ikat lain yang dikenal sebagai tendon mulai kehilangan air. 

Tendon menghubungkan otot ke tulang. Jika memendek karena kehilangan air akan membuat gaya berjalan menjdi rata.

Hal ini terutama pada tendon Achilles yang menghubungkan otot betis dengan tulang tumit (kalkaneus).

Jari kaki palu

Hammertoe adalah lengkungan abnormal pada sendi satu atau lebih jari kaki. 

Biasanya ini disebabkan penggunaan sepatu sempit atau sepatu hak tinggi yang memaksa jari kaki masuk lebih dalam ke dalam kotak jari kaki. 

Hammertoes rentan terhadap kapalan, kekakuan sendi, rasa tidak nyaman, bengkak dan nyeri.


Pada dasarnya hammertoes bersifat permanen kecuali jika pembedahan (seperti arthrodesis atau artroplasti) dapat menyelaraskan kembali sendi jari kaki. 

Peregangan dapat membantu memulihkan sebagian mobilitas tetapi tidak serta merta membalikkan kondisi. 

Bantalan jari kaki, belat dan sepatu yang pas dapat membantu meringankan ketidaknyamanan dan rasa sakit.

Perubahan kuku kaki

Seiring bertambahnya usia, kuku menjadi lebih tebal dan rapuh sehingga lebih sulit dipotong dan dirawat. 

Ini karena pertumbuhan kuku cenderung melambat seiring penurunan produksi hormon pada lansia.

Perawatan yang tepat memang dapat memperbaiki penampilan kuku secara signifikan, tapi mungkin tidak cukup untuk menghindari perubahan terkait penuaan. 

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Keratosis Seboroik

Kondisi kulit yang umum menyerang orang lansia disebut keratosis seboroik, biasanya menyerang bagian atas kaki, jari kaki, dan pergelangan kaki. 

Meski tidak menimbulkan rasa sakit, terkadang dapat terasa gatal atau iritasi saat memakai sepatu.

Radang sendi

Osteoartritis atau disebut arthritis keausan diderita sekitar 10% pria dan 13% wanita berusia di atas 60 tahun.

Sendi pergelangan kaki, subtalar dan metatarsophalangeal pertama adalah tiga sendi paling sering mengalami osteoartritis. 


Masalah peredaran darah

Salah satu gejala kaki dan pergelangan kaki paling umum terjadi pada lansia adalah edema, istilah medis untuk pembengkakan jaringan. 

Edema seringkali disebabkan sirkulasi yang buruk, sehingga menyebabkan penumpukan cairan di ekstremitas bawah (terutama pergelangan kaki dan kaki).

Penyumbatan pembuluh darah dapat menyebabkan edema vena, biasanya menyerang salah satu kaki. 

Penyakit kardiovaskular, pengobatan tertentu dan perubahan hormonal dapat menyebabkan pembengkakan pada kedua kaki, yang disebut edema perifer bilateral.

Diabetes juga dapat mempengaruhi sirkulasi darah. Jika ini terjadi, infeksi pada kaki akan jauh lebih sulit diobati, sehingga menyebabkan terbentuknya borok yang tidak kunjung sembuh.***

Ilustrasi - Bagaimana penuaan berdampak buruk pada kaki?(Pixabay)

Video Lansia Online

lansia,lansia sehat,lansia bahagia,geriatri,berita lansia,merawat lansia,lansia online

ARTIKEL LAINNYA

Minum Air Dingin Menyegarkan? Iya sih, tapi Jangan Kebiasaan

Pelatihan Caregiver Geriatri-ID dalam Foto

Rutin Masak di Rumah Bisa Turunkan Risiko Demensia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026