.jpeg)
Geriatri.id - Nutrisi yang baik pada lansia dapat mencegah malnutrisi, mendukung fungsi fisik, mengurangi risiko penyakit kronis. Selain itu juga mendukung kesehatan mental serta mencegah disabilitas.
Untuk mendapatkan nutrisi yang baik, lansia harus mengonsumsi makanan seimbang.
Makanan seimbang bagi lansia
- Kurangi asupan lemak dan garam
- Protein sebaiknya tidak dikurangi maupun tidak ditambah
- Kalsium ekstra sangat penting, khususnya untuk perempuan postmenopause, diet kaya kalsium dipadukan dengan suplementasi vitamin D dan minum susu secara teratur
- Vitamin D tidak perlu ditambah
- Hindari makanan digoreng, sereal, tepung, dan krim cokelat manis sebaiknya dihindari
- Memperbanyak konsumsi serat dari diet untuk mengatasi berbagai gangguan yang berkaitan dengan penuaan seperti konstipasi, diabetes, dan penyakit jantung. yaitu buahan seperti pepaya.
- Memilih ragam makanan seperti produk susu, puding, telur rebus, sayuran (yang telah dikukus), salad yang telah dipotong kecil-kecil, buah lembut seperti pisang dan jeruk
- Pilih makanan berwarna, menarik, dan lezat serta sajikan dengan cara menyenangkan yang bisa membangkitkan selera
- Kurangi asupan karbohidrat, khususnya glukosa/gula
- Konsumsi berbagai jenis makanan sesuai pedoman diet sehat dan seimbang
- Meningkatkan frekuensi makanan dalam sehari dengan kudapan (selingan) di antara waktu makan utama (3 x makan utama 3 x makan selingan, porsi kecil tapi sering)
- Menghindari perut kosong di malam hari lebih dari 12 jam dengan memundurkan jam makan malam serta mengawalkan sarapan pagi dan atau memberikan kudapan
- Memberikan makanan dengan nilai kalori tinggi dan atau protein tinggi
- Mendesain menu sesuai keinginan/preferensi pasien dan memodifikasi tekstur makanan menurut kemampuan mengunyah dan menelan
- Memberikan suasana menyenangkan saat makan
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Perhitungan Kebutuhan Gizi
1. Kebutuhan Energi (Kalori)
· BB aktual digunakan pada pasien dengan IMT kurang dan normal.
· Kebutuhan energi pasien dengan IMT kurang dapat berubah sesuai dengan perubahan berat badan aktual yang di dapatkan saat monev.
· BB ideal digunakan pada pasien dengan IMT lebih atau obese.
· Kebutuhan energi lansia sehat dimulai dari 25 -30 kkal/kg/hari
· Kebutuhan energi pasien lasia dengan kondisi stress metabolik 30 -35 kkll/kg/hari
2. Kebutuhan Protein, asupan protein untk lansia disarankan lebih tinggi dibandingkan dewasa muda.
PROT-AGE merekomendasikan: 1 – 1,2 gram protein/kg. BB/ hari untuk lansia sehat. Pasien lansia dengan risiko malnutsrisi 1, 2 – 1, 5 gram/kg. BB/hari, Pasien dengan diagnosa malnutrisi dan infeksi parah: 2 gram/kg. BBhari
Kebutuhan ini tidak berlaku untuk lansia dengan gangguan ginjal atau pada lansia yang harsus membatasi konsumsi protein.
3. Kebutuhan Lemak
Jenis Lemak Total Lemak As Lemak Jenuh (SFA) As. Lemak Trans (TFA) As. Lemak Tidak Jenuh Ganda (PUFA) As. Lemak Tidak Jenuh Tunggal (MUFA)
Total lemak – SFA – PUFA – TFA < 300>
4. Kolesterol Kebutuhan 20 -35% dari total kalori
5. Kebutuhan cairan
Kebutuhan cairan harian lansia dihitung berdasarkan berat badan: 25 – 30 ml/kg.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Peningkatan Kebutuhan Cairan 12, 5% untuk setiap kenaikan suhu 10 C di atas normal 10 – 25%, 10 – 60%, 25 – 60%.***
Sumber: Kemenkes
Ilustrasi - Pentingnya nutrisi bagi lansia.(Pixabay)
Video Lansia Online
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri