
Geriatri.id - Bertambah usia akan mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatan gigi. Semakin tua seseorang akan semakin mudah mengalami gigi berlubang dan tulang di sekitar gigi mengalami penyusutan.
Akibatnya, banyak orang tua mengalami masalah pada gigi dan mulut seperti bau mulut, nyeri di rahang karena gigi berlubang dan gigi goyang.
Beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko gigi goyang seperti kebersihan gigi yang buruk menyebabkan karang gigi hingga di dalam gusi, memiliki riwayat diabetes, serta trauma kepala, seperti saat kecelakaan bermotor, juga bisa menyebabkan gigi goyang.
Pada lansia, gigi bisa goyang sendiri tanpa pemicu. Penyebabnya penuaan alami yang membuat tulang dan jaringan di sekitar gigi mengalami penipisan terus menerus.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Akibatnya, sokongan tulang tidak cukup kuat lagi sehingga gigi terlepas sendiri atau harus dicabut.
Tips merawat gigi yang tersisa pada lansia dikutip dari rsgm.umy.ac.id:
Perawatan gigi lansia umumnya sama dengan perawatan gigi orang dewasa dan anak-anak.
Selain menyikat gigi dua kali sehari, lansia perlu rutin ke dokter gigi enam bulan sekali.
Penggunaan benang gigi sangat dianjurkan untuk membersihkan daerah sela-sela gigi.
Ini untuk mengurangi risiko gigi berlubang dan penumpukan plak.
Menggunakan obat kumur antiseptik juga disarankan untuk mengurangi risiko radang gusi dan gigi berlubang.
Namun, dianjurkan memilih obat kumur bebas alkohol untuk mencegah mulut kering.
Lansia tetap harus menjaga pola makan yang baik untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan memperbanyak makanan berserat dan menghindari makanan manis.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Memperbanyak minum air putih dapat menjaga kebugaran tubuh dan meningkatkan produksi air liur untuk menjaga kesehatan mulut.***
Foto:
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri