
Geriatri.id - Kelebihan berat badan bisa berdampak buruk bagi kesehatan lanjut usia (lansia). Salah satu cara menurunkan berat badan pada lansia dengan melakukan diet mediterania.
Studi baru menemukan hubungan lansia yang menjalankan diet mediterania rendah kalori dan sedikit olahraga dengan penurunan berat badan.
"Studi ini menunjukkan diet mediterania mengontrol kalori, ditambah olahraga tidak hanya menurunkan berat badan tetapi juga redistribusi dari lemak ke otot," ujar Dr. David Katz.
Katz seorang spesialis pengobatan pencegahan dan gaya hidup yang tidak terlibat dalam penelitian.
Selain lemak tubuh, diet mediterania juga membantu menghilangkan lemak perut visceral yang berbahaya, penyebab diabetes, penyakit jantung dan stroke.
Menurut Klinik Cleveland, lemak visceral normal jika menyumbang sekitar 10 persen dari total massa lemak tubuh.
Terlalu banyak lemak visceral dapat menyebabkan peradangan dan berkontribusi pada penyakit kronis.
"Studi ini menegaskan kita dapat mengubah status metabolisme secara signifikan," kata Peneliti nutrisi Dr. Walter Willett.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Willett juga seorang profesor epidemiologi dan nutrisi di Harvard T.H. Chan School of Public Health dan profesor kedokteran di Harvard Medical School di Boston.
Penelitian ini merupakan bagian dari uji klinis secara acak selama delapan tahun.
Penelitian dilakukan di Spanyol ini untuk menguji bagaimana diet dan olahraga mengurangi risiko kardiovaskular pada pria dan wanita berusia 55-75 tahun.
Partisipan yang terlibat dalam penelitian sebanyak 6.874 orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas.
Studi baru yang diterbitkan Jurnal JAMA Network Open meneliti subpopulasi 1.521 orang pada tahun pertama dan ketiga penelian.
Setengah dari kelompok itu diminta menjalankan diet mediterania dengan pengurangan kalori 30 persen.
Selain itu mereka juga diminta untuk membatasi asupan tambahan gula, biskuit, roti dan sereal olahan, mentega, krim, daging olahan, dan minuman manis.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Pada tahun pertama, kelompok itu dibantu ahli diet tiga kali dalam sebulan dan mendapatkan pelatihan cara memantau diri.
Kelompok yang sama diminta meningkatkan latihan aerobik, kekuatan, fleksibilitas dan keseimbangan.
"Secara umum, idealnya menghilangkan lemak, mempertahankan otot," kata Katz.
Partisipan lainnya menjadi kelompok kontrol.
Setelah satu tahun, kelompok intervensi yang menjalankan diet Mediterania rendah kalori dan berolahraga kehilangan sedikit lemak tubuh.
Namun jumlah itu masih lebih banyak dibanding kelompok kontrol.
Pada tahun kedua dan ketiga jumlah lemak tubuh kelompok kontrol yang hilang lebih sedikit. Sedangkan pada kelompok kontrol tetap stabil selama tiga tahun.
Kelompok intervensi mengalami penurunan gram massa lemak visceral, sedangkan pada kelompok kontrol tetap tidak berubah.
Meski sama-sama mendapatkan sedikit massa otot, komposisi tubuh kelompok intervensi lebih baik karena kehilangan lebih banyak lemak daripada otot.
"Hal paling mendalam bagi saya adalah tindak lanjut selama tiga tahun," kata Dr. Christopher Gardner yang tidak terlibat dalam penelitian.
Gardner seorang profesor kedokteran di Stanford Prevention Research Center di California yang memimpin Nutrition Studies Research Group.***
Iluatrasi - Diet mediterania dan olahraga membantu menurunkan berat badan.(Unsplash)
Video Lansia Online
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri