
Geriatri.id - Para lanjut usia (lansia) produktif harus sehat dan dinamis sehingga dapat memberikan kontribusi terbaiknya bagi lingkungan sekitar. Mereka tidak harus selalu aktif di dunia kerja, melainkan bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Jika seorang lansia merupakan pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) ahli di bidang olahraga, dia dapat disebut produktif apabila mampu menyumbangkan ilmunya kepada generasi penerus.
Begitu pula, jika lansia merupakan seorang profesor atau akademisi, secara umum dia perlu terus bergerak di bidang yang ditekuninya.
"Sama halnya jika lansia itu dulunya pekerja seni, dia disebut produktif jika bisa tetap berkontribusi bagi masyarakat sekitar dalam bidang yang sama," ujar Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Edi Suhartono di Jakarta.
Untuk menjadikan para lansia produktif, Kemensos menyediakan fasilitas semaksimal mungkin melalui balai lansia yang tersebar di masing-masing daerah se-Indonesia.
Di balai lansia terdapat pusat layanan harian (daycare) termasuk memberikan pelayanan terpadu pemberian contoh. Hal itu meliputi adanya berbagai kegiatan diantaranya keterampilan, olahraga, seni, budaya dan sebagainya.
Dalam kegiatan tersebut, Kemensos akan memberikan contoh sehingga para lansia dapat terus aktif menjalani berbagai kegiatan. Tentunya hal tersebut akan berimbas pula pada produktivitas mereka.
Dia mengimbau seluruh lansia di Tanah Air agar tidak merasa kesepian dan sendirian. Karena, banyak hal dapat diperbuat untuk terus berkontribusi kepada bangsa dan negara.***
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri