
Geriatri.id - Influencer kesehatan dr. Richard Lee beberapa waktu lalu menyoroti bahaya kemasan galon air minum yang mengandung Bisphenol A (BPA).
Dilansir dari MayoClinic, BPA adalah bahan kimia industri yang digunakan untuk membuat plastik polikarbonat dan resin epoksi.
Richard Lee mengingatkan untuk menghindari minuman galon berbahan polikarbonat.
Menurut dia, di Eropa kemasan galon minuman menggunakan polikarbonat sudah dilarang.
"Setelah aku pelajari di Eropa itu sudah dilarang penggunaan minuman galon menggunakan polikarbonat seperti ini karena ada cemaran BPA-nya," ujarnya dalam unggahan video di akun Instagram @dr.richard_lee.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
Richard Lee mengimbau kaum ibu untuk tidak lagi menggunakan galon yang mengandung BPA di rumah.
Sebagai gantinya, dia menyarankan mereka untuk menggunakan galon PET atau galon kemasan plastik transparan.
"Saya harapkan semua wanita Indonesia, emak-emak di luar sana untuk stop menggunakan galon yang berpolikarbonat. Kalian silahkan boleh menggunakan galon tapi gunakan galon yang PET atau kemasan plastik yang transparan."
"Kalian kebayang enggak minuman bayi botol minuman termos di mana-mana kita cari yang bebas BPA tapi untuk isinya airnya dari galon yang ada BPA-nya. Kalian kebayang enggak ketika datang ke restoran kita ngarepin minum-minuman sehat, jus, teh tapi airnya menggunakan air minuman kemasan galon yang di dalamnya ada BPA-nya."
Bahaya Bisphenol A
BPA adalah salah satu zat kimia yang terkandung dalam plastik. Amerika Serikat (AS), Prancis, Australia, Denmark, Swedia dan Malaysia telah melarang penggunaan produk yang mengandung BPA.
BPA telah digunakan dalam industri kemasan sejak 1950an seperti botol minum, botol bayi, kemasan air minum dan lain-lain.
Dikutip dari Healthline, BPA bisa masuk ke tubuh ketika orang mengonsumsi makanan atau minuman dari kemasan plastik mengandung BPA.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Paparan BPA dalam konsentrasi tinggi berbahaya bagi kesehatan karena kinerja tubuh bisa terganggu.
Beberapa potensi bahaya BPA diantaranya meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
Untuk menghindari potensi bahaya BPA bisa menggunakan produk berlabel “BPA free” dan menghindari makanan dan minuman dengan wadah plastik berkode nomor 3 atau 7.***
Ilustrasi - Galon air kemasan.(Dok.KLHK)
Video Lansia Online
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri