4 Metode Tes Gula Darah untuk Diagnosis Penyakit Diabetes


Berita Lansia - Diabetes adalah kondisi sel-sel tubuh yang tidak bisa menyerap cukup glukosa gula dari darah, akibat kurangnya hormon insulin yang biasa diproduksi prankeas. 

2023-09-14 20:53:13

Geriatri.id - Diabetes adalah kondisi sel-sel tubuh yang tidak bisa menyerap cukup glukosa gula dari darah, akibat kurangnya hormon insulin yang biasa diproduksi prankeas. 

Penyakit ini berlangsung lama atau kronis serta ditandai dengan kadar gula darah  tinggi atau di atas nilai normal. 

Glukosa yang menumpuk di dalam darah akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh. 

Jika tidak dikontrol dengan baik, diabetes dapat timbul berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa penderita.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Diabetes dibedakan menjadi dua jenis, diabetes tipe 1 dan tipe 2. 

Diabetes tipe 1 (diabetes autoimun) terjadi karena sistem kekebalan tubuh penderita menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin. 

Penyebab diabetes tipe 1 masih belum diketahui dengan pasti. 

Dugaan paling kuat karena faktor genetik dari penderita yang juga dipengaruhi faktor lingkungan.

Sekitar 90-95% persen penderita diabetes di dunia menderita diabetes tipe 2.

Diabetes tipe 2 disebabkan sel-sel tubuh yang menjadi kurang sensitif terhadap insulin. 

Ini berdampak pada insulin yang dihasilkan tidak dapat dipergunakan dengan baik. 

Selain kedua jenis diabetes itu, terdapat jenis diabetes khusus pada ibu hamil yaitu diabetes gestasional. 

Diabetes yang disebabkan perubahan hormon, dan gula darah akan kembali normal setelah ibu hamil menjalani persalinan.


Tes gula darah merupakan pemeriksaan yang mutlak akan dilakukan untuk mendiagnosis diabetes tipe 1 atau tipe 2. 

Hasil pengukuran gula darah akan menunjukkan apakah seseorang menderita diabetes atau tidak. 

Dokter akan merekomendasikan pasien untuk menjalani tes gula darah pada waktu dan dengan metode tertentu. 

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Metode tes gula darah yang dapat dijalani pasien, antara lain:

1. Tes gula darah sewaktu

Tes ini untuk mengukur kadar glukosa darah pada jam tertentu secara acak. Pasien tidak perlu berpuasa terlebih dahulu untuk menjalani tes ini. 

Jika hasil tes gula darah sewaktu menunjukkan kadar gula 200 mg/dL atau lebih, pasien dapat didiagnosis menderita diabetes.

2. Tes gula darah puasa

Tes ini untuk mengukur kadar glukosa darah pada saat pasien berpuasa. 

Pasien akan diminta berpuasa terlebih dahulu selama 8 jam, kemudian menjalani pengambilan sampel darah untuk diukur kadar gula darahnya. 

Hasil tes gula darah puasa yang menunjukkan kadar gula darah kurang dari 100 mg/dL menunjukkan kadar gula darah normal. 

Hasil tes gula darah puasa di antara 100-125 mg/dL menunjukkan pasien menderita prediabetes. 

Sedangkan hasil tes gula darah puasa 126 mg/dL atau lebih menunjukkan pasien menderita diabetes.


3. Tes toleransi glukosa

Tes ini dilakukan dengan meminta pasien untuk berpuasa selama semalam terlebih dahulu. 

Pasien akan menjalani pengukuran tes gula darah puasa. Setelah tes dilakukan, pasien akan diminta meminum larutan gula khusus. 
Kemudian sampel gula darah akan diambil kembali setelah 2 jam minum larutan gula. 

Hasil tes toleransi glukosa di bawah 140 mg/dL menunjukkan kadar gula darah normal. 

Hasil tes tes toleransi glukosa dengan kadar gula antara 140-199 mg/dL menunjukkan kondisi prediabetes. 

Hasil tes toleransi glukosa dengan kadar gula 200 mg/dL atau lebih menunjukkan pasien menderita diabetes.

4. Tes HbA1C (glycated haemoglobin test) 
Tes ini untuk mengukur kadar glukosa rata-rata pasien selama 2-3 bulan ke belakang. 

Tes ini akan mengukur kadar gula darah yang terikat pada hemoglobin, yaitu protein pembawa oksigen dalam darah. 

Dalam tes HbA1C, pasien tidak perlu menjalani puasa terlebih dahulu. 

Hasil tes HbA1C di bawah 5,7 % merupakan kondisi normal, antara 5,7-6,4% prediabetes dan di atas 6,5% diabetes.

Hasil tes gula darah akan diperiksa dokter dan diinformasikan kepada pasien. 

Jika pasien didiagnosis menderita diabetes, dokter akan merencanakan langkah-langkah pengobatan yang akan dijalani. 

Untuk pasien yang dicurigai menderita diabetes tipe 1, dokter akan merekomendasikan tes auto antibodi untuk memastikan apakah pasien memiliki antibodi yang merusak jaringan tubuh, termasuk pankreas.***

Sumber: bkd.jogjaprov.go.id
Ilustrasi - Tes gula darah.(Freepik)
Video Lansia Online 

 

diabetes,penyakit lansia,lansia,lansia sehat,lansia bahagia,merawat lansia,lansia online,berita lansia,geriatri,lansia diabetes

ARTIKEL LAINNYA

Jamu dan Herbal Bukan Andalan Saat "Darurat"

Tips Mengontrol Kolesterol saat Hari Raya Kurban

Ini Tempat Wisata Gratis untuk Lansia di Jakarta

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026