Salah Kaprah, Penyakit Asam Urat Sering Disamakan dengan Rematik


Geriatri.id - Sering kali orang salah kaprah menyamakan penyakit asam urat atau gout dengan rematik.  Penyakit asam urat dapat menyebabkan gejala nyeri tak tertahankan.

2023-09-12 09:51:30

Geriatri.id - Sering kali orang salah kaprah menyamakan penyakit asam urat atau gout dengan rematik. 

Rematik adalah istilah untuk menggambarkan rasa sakit pada persendian atau otot yang mengalami peradangan.

Sedangkan penyakit asam urat adalah salah satu jenis radang sendi yang terjadi karena adanya penumpukan kristal asam urat. 

Kondisi ini dapat terjadi di jari kaki, pergelangan kaki, lutut dan paling sering di jempol kaki.

Penyakit asam urat dapat menyebabkan gejala nyeri tak tertahankan, pembengkakan, serta adanya rasa panas di area persendian. 

Rasa sakit yang dialami pengidap asam urat dapat berlangsung 3-10 hari, dengan perkembangan gejala yang begitu cepat dalam beberapa jam pertama. 

Beberapa faktor yang dapat memicu peningkatan kadar asam urat dalam darah antara lain:

· Memiliki keluarga yang mengidap asam urat.

· Baru saja mengalami cedera atau pembedahan.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

· Sering mengonsumsi makanan dengan kandungan purin tinggi, seperti daging merah, jeroan hewan, dan beberapa jenis hidangan laut (misalnya teri, sarden, kerang, atau tuna).

· Sering mengonsumsi minuman beralkohol dan minuman tinggi gula.

· Memiliki kondisi medis tertentu seperti diabetes, gangguan sindrom metabolik, penyakit jantung, penyakit ginjal, penyakit tiroid, kolesterol tinggi, leukemia, anemia, sleep apnea, hipertensi, dan obesitas.


Ada beberapa gejala penyakit asam urat yang umum terjadi, di antaranya:

· Sendi mendadak terasa sangat sakit.

· Kesulitan untuk berjalan akibat sakit yang mengganggu, khususnya di malam hari.

· Nyeri akan berkembang dengan cepat dalam beberapa jam dan disertai nyeri hebat, pembengkakan, rasa panas, serta muncul warna kemerahan pada kulit sendi.

· Saat gejala mereda dan bengkak pun mengempis, kulit di sekitar sendi yang terkena akan tampak bersisik, terkelupas dan terasa gatal.

· Meski gejala penyakit ini bisa mereda dengan sendirinya, harus tetap dilakukan pengobatan untuk mencegah risiko kambuh dengan tingkat gejala yang meningkat.

Pengobatan penyakit asam urat 

Pengobatan penyakit asam urat dilakukan dengan pemberian obat asam urat  disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakitnya. 

Obat-obatan yang diberikan berfungsi untuk meredakan nyeri sekaligus mencegah serangan asam urat di masa mendatang. 

Selain penggunaan obat-obatan, dokter juga akan merekomendasikan perubahan gaya hidup. 

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Ini untuk membantu mengelola gejala asam urat sekaligus mengurangi risiko serangan asam urat di masa depan.

· Kurangi konsumsi alkohol. 

· Menurunkan berat badan, jika berat badan berlebih. 

· Jika perokok disarankan berhenti merokok.

Beberapa perubahan gaya hidup dapat membantu menurunkan risiko penyakit asam urat.

· Minum banyak air untuk membantu ginjal berfungsi lebih baik dan menghindari dehidrasi.

· Berolahraga teratur untuk menjaga berat badan yang sehat. Sebab, berat badan ekstra meningkatkan asam urat dalam tubuh dan memberi lebih banyak tekanan pada persendian.

· Menghindari penggunaan obat-obatan tertentu. Misalnya seperti obat-obatan yang bersifat diuretik atau imunosupresan.

· Membatasi konsumsi makanan dan minuman yang memiliki kandungan zat purin tinggi. Misalnya seperti daging merah, minuman beralkohol, hingga makanan dan minuman tinggi fruktosa. 

· Konsumsi makanan sehat seperti sayuran dan buah yang memiliki antioksidan tinggi.***

Sumber:Yankes Kemkes

Ilustrasi - Lansia menjalani perawatan.(Freepik)

Video Lansia Online

asam urat,lansia,berita lansia,geriatri,lansia sehat,lansia bahagia,merawat lansia,lansia online

ARTIKEL LAINNYA

Jamu dan Herbal Bukan Andalan Saat "Darurat"

Tips Mengontrol Kolesterol saat Hari Raya Kurban

Ini Tempat Wisata Gratis untuk Lansia di Jakarta

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026