Lansia Laki-laki Atau Perempuan yang Lebih Survive Saat Kehilangan Pasangan?


Berita Lansia - Sebuah riset terbaru menunjukkan lansia laki-laki lebih rentan mengalami risiko kematian dibanding lansia wanita ketika kehilangan pasangannya.

2023-09-10 21:07:22

Geriatri.id - Kehilangan pasangan berdampak pada kehidupan seorang lanjut usia (lansia). 

Sebuah riset terbaru menunjukkan lansia laki-laki lebih rentan mengalami risiko kematian dibanding lansia wanita ketika kehilangan pasangannya.

Dikutip dari US News, studi ini melibatkan  925.000 lansia di Denmark.

Hasilnya menunjukkan lansia laki-laki berusia 65 tahun - 69 tahun yang kehilangan istrinya mengalami peningkatan risiko kematian dalam rentang waktu satu tahun  hingga 70 persen. 

Sedangkan, tingkat risiko lansia perempuan relatif jauh lebih rendah, yaitu 27 persen.

Salah satu peneliti, Alexandros Katsiferis, mengatakan pihaknya belum memiliki data akurat untuk menjawab alasan di balik hasil penemuannya. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Kemungkinan, lanjut dia, karena suami lebih banyak bergantung secara fisik dan emosional kepada istri.

"Kesehatan fisik dan emosional laki-laki banyak bergantung pada pasangan yang mengurus mereka. Ketika kehilangan istri, mereka bisa kolaps," ujarnya.

Studi itu menunjukkan wanita yang mengalami peningkatan risiko kematian setelah kehilangan pasangan hanya mereka yang berusia lebih muda, yaitu 65 tahun - 69 tahun.

Sedangkan pada lansia wanita berusia di atas 70 tahun, tidak terlihat perbedaan dengan mereka yang tidak kehilangan pasangan atau risikonya lebih rendah pada sejumlah kasus.

Dia menambahkan pentingnya dukungan kesehatan mental bagi lansia laki-laki yang kehilangan pasangannya. 

Chief of Palliative Care Medicine Vanderbilt University Medical Center, dr Mohana Karleker menjelaskan sejumlah perbedaan wanita dan laki-laki dalam menghadapi rasa kehilangan.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Menurut dia, rasa kehilangan) dapat menumbuhkan kecemasan atau depresi. Kondisi ini dapat menimbulkan gangguan fisik seperti sakit kepala, penurunan berat badan, insomnia, nyeri sendi, dan rasa sakit lainnya.

"Dalam sejarahnya, wanita cenderung lebih sosial dan terbuka untuk membicarakan hal-hal seperti itu (dibandingkan laki-laki)," pungkasnya.

Ilustrasi - Pasangan lanjut usia (lansia).(Pixabay)

Video Lansia Online

lansia,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia,berita lansia,geriatri

ARTIKEL LAINNYA

Temani Orang Tua Jalan Pagi, Bukan Sekadar Agar Tidak Kesepian

Yuk, Ikut Pelatihan Caregiver di Bulan Oktober

Jangan Salahkan Usia, 7 Kebiasaan Ini Bisa Membebani Jantung Lansia

“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026