
Geriatri.id - Parkinson (Parkinson's disease) merupakan salah satu penyakit yang mempengaruhi kualitas hidup lanjut usia (lansia).
Penyakit yang bersifat menahun dan progresif ini menyerang sistem saraf pusat. Hingga saat ini belum diketahui penyebab utama kasus Parkinson.
Namun ada beberapa faktor utama yang meningkatkan risiko Parkinson yaitu gen dan lingkungan.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Perkiraan insidensi penyakit Parkinson secara kasar 15 per 100.000 penduduk per tahun dengan prevalensi 18-328 kasus per 100.000 penduduk.
Sebuah studi di Amerika Serikat menemukan ras Asia memiliki insidensi penyakit Parkinson 11,3 per 100.000 penduduk dalam satu tahun.
Angka ini relatif lebih rendah dibandingkan ras hispanik, kulit putih dan Afrika.
Seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup, kasus Parkinson juga ikut meningkatsat.
Diperkirakan jumlah penderita Parkinson menjadi 2,5 kali lipat lebih banyak dari saat ini pada tahun 2030 mendatang.
Berikut beberapa tanda awal penyakit Parkinson yang perlu diwaspadai:
1. Tremor
Salah satu gejala utama penyakit Parkinson adalah tremor atau gemetaran. Biasanya ini terjadi pada tangan dan jari.
Tremor terjadi saat bagian tubuh sedang beristirahat atau tidak melakukan aktivitas sama sekali.
2. Gerakan melambat
Penyakit Parkinson akan menyebabkan gerak tubuh melambat, bahkan sulit melakukan aktivitas sederhana.
3. Hilangnya refleks
Secara perlahan pengidap penyakit Parkinson akan kehilangan kemampuan melakukan gerakan, terutama refleks.
Misalnya mengedipkan mata atau mengayunkan tangan saat menangkap benda tertentu.
4. Gangguan keseimbangan
Ketika gejalnya semakin parah, pengidap Parkinson akan mengalami gangguan keseimbangan. Ini meningkatkan risiko terjatuh saat beraktivitas.
Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi
5. Perubahan cara bicara
Penyakit parkinson dapat membuat pengidapnya mengalami perubahan cara bicara menjadi lebih cepat, tidak jelas, hingga kesulitan berbicara.
6. Otot kaku
Parkinson dapat menyebabkan pengidapnya mengalami kaku dan tegang pada bagian otot besar dan kecil.
Otot kaku dapat menyebabkan pengidapnya kesulitan membuat ekspresi wajah.***
Ilustrasi: Lansia dalam sebuah kegiatan.(Diskominfo Bandung)
Video Lansia Online
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri