Risiko Jatuh Pada Lansia


Berita Lansia - Risiko jatuh, pada pasien lanjut usia atau lansia terjadi ketika sistem kontrol postural gagal mendeteksi pergeseran dan tidak mereposisi pusat gravitasi terhadap landasan penopang pada waktu yang tepat.

2019-09-30 18:30:29

Oleh: Dr. dr. Purwita Wijaya Laksmi, Sp.PD-KGer

Geriatri.id - Berjalan bukanlah sebuah proses yang otomatis. Berjalan membutuhkan integrasi kompleks info sensorik posisi tubuh relatif terhadap sekeliling dan kemampuan memberikan respons motorik untuk mengontrol pergerakan.

Berjalan membutuhkan kontrol keseimbangan yang baik untuk misalnya: bangkit dari kursi, berputar arah ketika berjalan, dan turun naik tangga. 

Risiko jatuh, pada pasien lanjut usia atau lansia terjadi ketika sistem kontrol postural gagal mendeteksi pergeseran dan tidak mereposisi pusat gravitasi terhadap landasan penopang pada waktu yang tepat.

Ada dua kondisi yang mempengaruhi terjadinya risiko jatuh pada lansia:

1. Intrinsik: 
    -  kondisi medis dan neuropsikiatrik
    -  gangguan penglihatan dan pendengaran
    -  perubahan terkait usia pada postur tubuh, fungsi saraf otot, cara berjalan, dan refleks postural

2. Ekstrinsik: 
    - obat-obatan yang dikonsumsi
    - penggunaan alat bantu jalan yang tidak sesuai
    - bahaya lingkungan sekitar: karpet yang terlipat, mainan/kabel yang berserakan, lantai licin, undakan, penerangan yang kurang, tidak ada pegangan, kondisi toilet, tinggi furniture atau tempat tidur yang tidak tepat     

Berita Lansia:

LANSIA ONLINE, Kelas Kesehatan dari Rumah

Bila Lansia Sakit, Begini Cara Tepat Merawatnya

3 Kunci Sukses Agar Lansia Sehat, Apa Saja?

Menjadi Lansia Sehat dan Bahagia Tanpa Kerentaan

Ada tiga faktor yang menjadi penyebab risiko jatuh pada pasien lansia.

1. Faktor risiko:  yaitu faktor yang dipengaruhi oleh kondisi ekstrinsik seperti lingkungan yang tidak ramah lansia, kehilangan keseimbangan, pengaruh obat-obatan, kehilangan keseimbangan dan sebagainya

2 Faktor pencetus atau penyebab: yaitu faktor yang banyak dipengaruhi oleh kondisi intrinsik seperti syncope atau kondisi kehilangan kesadaran untuk beberapa saat, dizziness atau pusing,  drop attack, dan sebagainya.

3. Faktor Penyulit atau Komorbiditas: atau adanya peyakit penyerta selain penyakit utama yang diderita pasien.***

merawat lansia,geriatri,lansia jatuh,dr purwita,lansia,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Semangka Juga Jadi "Penyelamat" Dehidrasi Tersembunyi pada Lansia

Umroh Ramah Lansia, Jadi Solusi Ibadah Tanpa Menunggu Lama

Advance Care Planning, Langkah Bijak Menyusun Perawatan di Masa Depan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026