Pentingnya Memperhatikan Asupan Gizi Lansia


Berita Lansia - Pada lansia, kebutuhan gizi, khususnya protein, meningkat.

2019-09-28 21:21:58

Oleh: dr. Esthika Dewiasty, Sp.PD

Geriatri.id - Pada lansia, kebutuhan gizi, khususnya protein, meningkat. Tetapi, di satu sisi, kemampuan lansia mengkonsumsi protein menurun, sehingga terjadi suatu kondisi yang konradiktif. Hal seperti ini harus diatasi agar kebutuhan gizi, khususnya protein pada lansia yang meningkat bisa terakomodir. Bagaimana caranya?

Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk memperhatikan asupan gizi pada lansia. Pertama, adalah identifikasi mengapa asupan bisa menurun. Asupan gizi bisa menurun karena beberapa faktor, yaitu faktor fisiologis atau terjadinya penurunan fungsi organ, ada tidaknya penyakit penyerta, efek obat-obatan yang bisa mempengaruhi nafsu makan, atau berpengaruh pada fungsi pengecapan, dan lainnya.

Kedua, terjadinya penurunan nafsu makan karena adanya perubahan pada indera penghidu (penciuman) dan indera pengecap, atau karena adanya masalah pada gigi. Masalah gigi sangat berpengaruh pada pola asupan gizi lansia karena mereka cenderung memilih makanan yang mudah untuk dikunyah, ketika makanan tertentu sulit dikunyah, mereka cenderung memilih untuk tidak mengkonsumsinya.

Ketiga, kondisi psikolgis. Orang tua rawan terkena kondisi depresi karena adanya perasaan tersiolasi, sendirian, emptiness. Hal ini bisa terjadi karena misalnya anak-anaknya sudah pergi dari rumah, tidak ada yang menemani makan, atau tidak ada yang menyiapkan makanan.

Semua faktor tesebut berkontribusi terhadap asupan makanan atau gizi pada lansia. Agar tidak terjadi malnutrisi, harus ada orang yang sengaja, yang fokus memperhatikan kebutuhan gizi lansia pakah sudah tercukupi atau belum. 

Jika tidak, maka bisa dilakukan modifikasi pada dietnya. Bagaimana menilai kebiasaan dan pola makan lansia? Itu bisa dilakukan dengan melihat food frequency, food record, atau food diary.

Pihak yang merawat lansia bisa memberikan catatan kepada lansia agar mereka mencatat setiap kali makan terkait frekuensi makan, jenis makanan dan sebagainya. Dari situ bisa diketahui pola kebiasaan makan, asupan, dan dari catatan tersebut bisa diketahui, asupan gizi mana yang kurang, sehingga bisa dilakukan intervensi.***

rawat lansia,merawat lansia,gizi lansia,dr esthika,geriatri

ARTIKEL LAINNYA

Kehidupan Lansia yang Menginspirasi Lewat 5 Drama Cina

Tetap Aktif, Tetap Sehat: Kunci Menjaga Jantung di Usia Lanjut

Cara Memilih Tensimeter yang Cocok di Rumah

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026