Mengenal Neuropati dan Sederet Penyebabnya Mulai Usia Hingga Diabetes


Berita Lansia - Neuropati adalah istilah medis untuk kerusakan saraf. Penyebab neuropati mulai dari efek penyakit hingga gaya hidup tidak sehat. 

2023-05-20 23:46:36

Geriatri.id - Neuropati adalah istilah medis untuk kerusakan saraf. Penyebab neuropati mulai dari efek penyakit hingga gaya hidup tidak sehat. 

Dilansir Health Direct, gejala neuropati diantaranya nyeri yang lebih sakit di malam hari, kesemutan, mati rasa serta sensasi terbakar dan sengatan listrik. 

Gejala lainnya, kelemahan otot, hilangnya kemampuan menggerakkan anggota tubuh dan bermasalah dengan keseimbangan. 

Berikut penyebab neuropati dikutip dari Everyday Health: 

1. Diabetes 

Diabetes menyebabkan sifat konduktif saraf melambat sehingga impuls listrik ke saraf tidak berfungsi dengan baik.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Akibatnya, terjadi perubahan sensasi secara progresif. Selain itu juga nyeri dan kelemahan otot pada anggota badan umumnya kaki dan tangan. 

2. Kemoterapi 

Pengobatan kanker melalui kemoterapi dapat menjadi penyebab neuropati perifer yang disebut chemotherapy-induced peripheral neuropathy (CIPN). 

Sebanyak 68 persen orang yang menjalani kemoterapi mengalami CIPN di bulan pertama. Selanjutnya, persentase itu menurun hingga 30 persen setelah 6 bulan atau lebih. 

3. Usia 

Usia menjadi penyebab neuropati yang tidak bisa dihindari. Seiring bertambahnya usia, prevalensi neuropati meningkat karena peningkatan risiko penyakit kronis. 

Menurut penelitian, 8 persen orang berusia 55 tahun ke atas memiliki polineuropati (neuropati yang melibatkan banyak saraf). 

4. HIV/AIDS 


Penderita HIV/AIDS berisiko mengembangkan neuropati. Ini akibat efek virus dan obat yang digunakan. Obat-obatan yang paling sering dikaitkan dengan gejala neuropatik antara lain didanosine (Videx), zalcitabine (Hivid) dan stavudine (Zerit). 

5. Gangguan autoimun 

Faktor risiko penyebab neuropati lainnya adalah penyakit dan gangguan autoimun.  

Infeksi penyakit menular juga dapat menyebabkan neuropati. 

Risiko neuropati meningkat seiring bertambahnya usia yang disebut postherpetic neuralgia (nyeri saraf yang bertahan lama). 

6. Paparan racun 

Paparan racun seperti merkuri dan arsenik, termasuk dalam makanan dapat menjadi penyebab neuropati.  

Paparan merkuri sangat tinggi bisa berasal dari konsumsi makanan laut secara berlebih. Sementara, paparan arsenik bisa berasal dari beras merah. 

7. Trauma, stres berulang dan peradangan 

Cedera atau pembengkakan dapat merusak atau menekan satu atau lebih saraf dapat mengganggu fungsinya. Ini menjadi penyebab neuropati. 

Orang yang memiliki trauma pada tulang belakang dapat menyebabkan kerusakan dan cedera pada saraf tepi atau sumsum tulang belakang. Ini bisa mengakibatkan neuropati. 

8. Genetika 

Neuropati terkadang terjadi karena faktor genetik atau keturunan. Neuropati herediter yang paling umum adalah penyakit Charcot-Marie-Tooth. 

9. Gangguan sumsum tulang 

Beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara neuropati dan gangguan sumsum tulang. Gangguan sumsum tulang ini disebut gammopati monoklonal. 

Ilustrasi - Pixabay

Video Lansia Terkini:

diabetes,penyakit lansia,lansia sehat,lansia bahagia,merawat lansia,lansia online,geriatri,lansia,berita lansia,lansia diabetes

ARTIKEL LAINNYA

Bahaya Duduk Terlalu Lama bagi Lansia

Memahami Hipertensi (13): Pengaruh Kopi, Matcha, dan Teh

Cara Mengukur Kebutuhan Porsi Makan Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026