Pelatihan Caregiver, Pentingnya Pembekalan Ilmu dalam Merawat Orang Tua


Kurangnya informasi mengenai pelatihan pendampingan lansia, membuat banyak caregiver selama ini harus belajar secara trial and error.

2026-08-03T07:33

GERIATRI.CO.ID — Menjadi seorang pendamping atau caregiver bagi orang tua lansia bukanlah perkara mudah. Apalagi ketika kesempatan merawat itu datang tanpa dibekali pengetahuan dasar yang cukup. Rasa bingung, kewalahan, hingga beban emosional sering kali menjadi bagian dari dinamika sehari-hari yang harus dihadapi para anak yang mengambil peran mulia ini.

Pengalaman tersebut dirasakan betul oleh Hutri (40 tahun), salah seorang peserta program pelatihan caregiver yang digelar beberapa waktu lalu oleh Geriatri-ID. Sebagai anak yang mendampingi sang ibu dengan kondisi demensia, ia mengaku pada masa-masa awal sempat mengalami kesulitan karena belum memahami ilmu serta tata cara mendampingi (handling) lansia secara tepat.

"Awal-awal menjadi caregiver sangat kesulitan karena tidak punya ilmunya dan tidak tahu cara handling orang tua yang benar. Butuh waktu untuk memahami lansia, apalagi dengan kondisi mama saya yang demensia," ungkap Hutri saat berbagi kesan pasca-pelatihan.

Kurangnya informasi mengenai pelatihan pendampingan lansia, membuat banyak caregiver selama ini harus belajar secara trial and error. Padahal, pembekalan ilmu yang terstruktur melalui pelatihan dinilai sangat vital untuk memudahkan proses pendampingan sehari-hari.

Kehadiran program pelatihan yang diadakan secara berkala sejak Februari 2026 tersebut dirasakan memberikan bantuan yang sangat nyata. Menurutnya, materi yang disampaikan tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga efektif membantu mengurangi tingkat stres akibat ketidaktahuan dalam merawat orang tua.

"Sangat bermanfaat karena masih banyak caregiver yang tidak tahu harus ngapain, yang kadang malah jadi stres karena tidak punya pengetahuan untuk merawat orang tua," tambahnya.

Dari serangkaian materi yang disajikan dalam pelatihan tersebut, terdapat dua topik utama yang dinilainya paling praktis dan sangat aplikatif bagi kebutuhan harian.

"Strategi Menyusun Menu Makanan" terbilang cukup menantang. Melalui pelatihan ini, menurutnya, caregiver dibekali tips menyusun hidangan yang tidak membosankan, tetap lezat di lidah, namun kebutuhan gizi dan nutrisinya tetap terpenuhi secara optimal.

"Materi perawatan lansia yang do's & dont's, saya jadi tahu apa yang perlu dicatat untuk memudahkan saya memonitor kesehatan harian mama saya. Dan ini sangat bermanfaat buat yang kadang harus keluar kota," tambah Hustri.

Secara keseluruhan, keberadaan pelatihan caregiver seperti ini membuktikan betapa krusialnya edukasi bagi keluarga pendamping lansia. Dengan bekal pengetahuan yang tepat, peran merawat orang tua tercinta dapat dijalankan dengan lebih percaya diri, penuh kasih, dan minim beban stres.


======


 

caregiver,caregiver lansia,lansia

ARTIKEL LAINNYA

Hari Kanker Paru-Paru Sedunia: Ayo Lansia, Jaga Kesehatan Kita

Cara Mudah Memperbesar Tulisan dan Ikon agar Mata Tidak Cepat Lelah

Destinasi Wisata 'Nostalgia' yang Asyik bagi Senior Khas Solo

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026