Komunikasi Terapeutik Untuk Pasien Geriatri


para perawat harus mempelajari apa yang disebut dengan komunikasi terapeutik

2019-09-20 11:16:35

Oleh: Neni Triana, S. Kep., Perawat, Anggota Tim Terpadu Geriatri RSCM

geriatri.id - Komunikasi antara perawat dengan pasien geriatri sangat berbeda dengan saat berkomunikasi dengan pasien dewasa. Perbedaan terjadi karena pada pasien geriatri, bisa saja pasien mengalami berbagai gangguan yang bisa menghambat komunikasi antara perawat dan pasien. 

Untuk itu, para perawat harus mempelajari apa yang disebut dengan komunikasi terapeutik. Sejatinya, perawat berkomunikasi dengan pasien, dalam rangka meningkatkan kesembuhan pasien. Karena itu dalam komunikasi terapeutik, saat berkomunikasi, akan tergantung bagaimana gangguan yang dialami pasien geriatri.

Cara berkomunikasi dengan pasien yang mengalami gangguan pendengaran sangat berbeda dengan pasien yang mengalami gangguan penglihatan atau pasien yang mengalami pikun atau demensia. 

Saat melakukan komunikasi terapeutik, saat akan melakukan tindakan, perawat harus memberitahukan pasien tindakan apa yang akan dilakukan, berapa lama waktu yang diperlukan, dan tujuan dari tindakan. Misalnya, perawat akan memberikan obat lewat suntikan, harus memberitahukan pasien terkait tujuan dilakukan pemberian obat lewat suntikan, berapa lama waktu yang dibutuhkan dan obat yang akan diberikan serta kemungkinan efeknya.

Dengan demikian pasien akan tahu, perawat akan melakukan tindakan apa serta tujuannya. Pertama, perawat harus memperkenalkan diri, terlebih jika baru pertama kali bertemu dengan pasien. Kedua, dijelaskan si perawat akan bertugas dari jam berapa hingga jam berapa, dan bertugas di ruang apa saja.

Ketiga, memberitahukan tindakan yang akan dilakukan, misalnya suntikan, obatnya, tujuannya apa, dan berapa waktu yang diperlukan, serta di bagian mana pasien akan disuntik. Kita jelaskan hal-hal tersebut hingga pasien benar-benar mengerti, baru tindakan bisa dilakukan.

Jika pasien ingin tindakan ditunda, misalnya ingin dilakukan setelah makan, jika memang bisa ditunda maka keinginan pasien bisa dipenuhi. Jika memang harus segera dilakukan, karena pemberian obat harus tepat waktu, maka pasien harus diberi pengertian, supaya pasien menyadari tindakan tersebut penting untuk dilaksanakan. 

Keempat, ketika tindakan sudah dilakukan, kita berikan waktu untuk meihat respons pada pasien, apakah ada keluhan, kita evaluasi dan jelaskan kalau terjadi reaksi tertentu beberapa jam setelah tindakan. Kelima, pasca tindakan perawat harus memberitahukan dimana pasien bisa mengontak dirinya, dan kapan akan kembali ke pasien untuk tindakan berikutnya.

Bagaimana melakukan komunikasi seperti ini pada pasien geriatri yang memiliki gangguan fisik yang berbeda? Pertama, saat assesment, perawat harus mengerti gangguan fisik yang dialami pasien yang mungkin menghambat pola komunikasi.

Kedua, setelah mengetahui, perawat berkomunikasi dengan pasien dengan memperhatikan bagian fisik yang mengalami gangguan. Misalnya, jika ada gangguan pendengaran di telinga sebelah kiri, maka perawat harus berbicara dari sisi sebelah kanan. Demikian sebaliknya.

Ketiga, ketika pasien mengalami gangguan pendengaran pada kedua telinga, gunakan tulisan agar pasien mengerti. Jika pasien tidak mengalami gangguan pendengaran tetapi mengalami gangguan penglihatan, maka komunikasi dengan suara akan lebih efektif.

Keempat, jika berkomunikasi dengan pasien demensia atau pikun, perawat tidak boleh menjelaskan terlalu panjang lebar. Berkomunikasihlah dengan singkat, pada, jelas sehingga bisa dimengerti oleh pasien. Kalau penjelasan terlalu panjang lebar dikhawatirkan pasien akan bingung.
 

rawat lansia,merawat lansia,komunikasi terapeutik,pasien geriatri

ARTIKEL LAINNYA

Jepang Rekrut Atlet dan Binaragawan untuk Merawat Lansia

Memahami "Keributan" Suami-Istri di Usia Lansia

Semangka Juga Jadi "Penyelamat" Dehidrasi Tersembunyi pada Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026