Tak Perlu Memikirkan Usia, Tidak Ada Kata Terlambat untuk Berolahraga


Berita Lansia - Banyak orang merasa terlambat berolahraga ketika memasuki lanjut usia (lansia). Tak perlu lagi berpikiran seperti itun karena tidak ada kata terlambat untuk berolahraga. 

2023-05-04 18:40:42

Geriatri.id - Banyak orang merasa terlambat berolahraga ketika memasuki lanjut usia (lansia). Tak perlu lagi berpikiran seperti itun karena tidak ada kata terlambat untuk berolahraga. 

Sebuah studi telah membuktikan tak ada kata terlambat untuk berolahraga meski selama bertahun-tahun banyak menghabiskan waktu dengan duduk atau hidup sedenter. 

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Circulation ini, mengamati 53 partisipan berusia 45-64 tahun yang dibagi dalam dua kelompok. 

Partisipan dalam kondisi sehat tetapi tidak memiliki riwayat rutin olahraga.

Baca Juga: Kenali Tanda Sarcopenia, Ukuran Otot Mengecil hingga Penurunan Keseimbangan

Salah satu kelompok diminta melakukan latihan aerobik secara rutin. Intensitasnya ditambah terus selama dua tahun.

Sedangkan kelompok kedua menjalani latihan yoga, latihan keseimbangan (balance training) dan latihan kekuatan (weight training). Frekuensi latihan tiga kali sepekan selama dua tahun.

Di akhir studi, kelompok aerobik menunjukkan peningkatan maximum oxygen intake atau jumlah oksigen yang masuk ke dalam tubuh secara maksimal hingga 18 persen. 

Peneliti juga melihat adanya peningkatan 25 persen plastisitas di otot ventrikel kiri. 

Plastisitas bertugas memompa darah berisi oksigen ke seluruh tubuh. Keduanya merupakan indikator jantung sehat.

Namun itu tidak terlihat pada kelompok kedua. Peneliti menyimpulkan terlalu banyak duduk di masa muda masih bisa mengurangi risiko gagal jantung akibat kebiasaan itu dengan berolahraga di usia paruh baya.


Meski begitu, ada frekuensi dan durasi yang direkomendasikan yaitu latihan aerobik 4-5 kali dalam sepekan selama minimal dua tahun.

"Ternyata kunci jantung sehat di usia paruh baya adalah olahraga dalam dosis tepat, di usia tepat, yaitu di usia paruh baya," ujar Ketua tim peneliti Dr Benjamin Levine seperti dilansir BBC.

Direktur Institute for Exercise and Environmental Medicine, Texas itu menekankan jangan menunggu paruh baya baru berolahraga.

Dia berharap studi ini akan memunculkan kesadaran bahwa olahraga perlu dijadikan kebiasaan penting seperti menggosok gigi.

"Olahraga itu sama pentingnya, jadi Anda harus bisa mencari cara memadukannya ke dalam aktivitas harian," katanya.***

Ilustrasi - Pixabay

Video Lansia Terbaru:

lansia,lansia sehat,geriatri,lansia bahagia,merawat lansia,lansia online,berita lansia,olahraga lansia

ARTIKEL LAINNYA

Renta Itu Apa? Ketika “Sudah Tua” Bukan Lagi Penjelasan yang Cukup

Singapura Putar Otak Wujudkan Negara Ramah Lansia

Bukan Sekadar Nostalgia, Ini Alasan Lansia Senang Mengenang Masa Lalu

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026