Mengenal Sarcopenia pada Lansia, Penyebab dan Perawatannya


Berita Lansia - Sarcopenia merupakan suatu kondisi dimana orang kehilangan massa otot dan fungsi otot progresif. Penyakit ini biasanya dirasakan kelompok lanjut usia (lansia). 

2023-04-30 22:11:50

Geriatri.id - Sarcopenia merupakan suatu kondisi dimana orang kehilangan massa otot dan fungsi otot progresif. Penyakit ini biasanya dirasakan kelompok lanjut usia (lansia). 

Penderita Sarcopenia kehilangan kekuatan otot atau kinerja fisik rendah. Kehilangan massa otot dan fungsi otot merupakan bagian proses sarcopenia. 

Dikutip dari Jurnal Unhas.ac.id, ketika melewati usia 40 tahun, orang dewasa akan kehilangan sekitar 8 persen massa otot setiap 10 tahun.

Baca Juga: Butuh Perhatian Khusus, Dinsos Indramayu Kunjungi Lansia Berusia 109 Tahun

Karena itu dengan semakin bertambahnya usia, orang akan kehilangan rata-rata 24 persen massa otot.

Kecepatan kehilangan massa otot akan bertambah setelah usia seseorang melewati 70 tahun. 

Berikut beberapa faktor lain penyebab sarcopenia:

1. Faktor pribadi  

Usia bisa berdampak pada prevalensi sarcopenia. Selain itu, berat badan lahir rendah meningkatkan risiko sarcopenia di kemudian hari.

Berbagai karakteristik genetik mempengaruhi metabolisme dan pergantian otot juga menjadi faktor penyebab sarcopenia.

2. Faktor hormonal  

Peradangan dan beberapa deretan jalur hormonal seperti testosteron, estrogen dan hormon pertumbuhan juga menjadi faktor penyebab sarcopenia. 

3. Kebiasaan gaya hidup  

Gaya hidup penurunan asupan makanan, terutama asupan protein, alkohol dan merokok berisiko tinggi sarcopenia. Faktor lainnya, istirahat dan tidur panjang serta imobilitas yang menyebabkan berat badan bertanggung jawab dalam proses kehilangan massa otot.  


4. Kondisi kesehatan kronis  

Kondisi kesehatan kronis seperti gangguan kesehatan jangka panjang, termasuk gangguan kognitif, gangguan hati, diabetes, dan beberapa penyakit organ tahap akhir juga menjadi faktor penyebab sarcopenia. 

Ada beberapa perawatan untuk penderita sarcopenia:  

- Latihan  

Latihan yang biasa dilakukan adalah Progressive Resistance Training (PRT) diantaranya latihan melawan beban di pusat kebugaran atau klinik. Latihan ini bisa dilakukan dua atau tiga kali sepekan. 

- Diet  

Beberapa literatur menyebutkan diet mungkin penting  dalam proses pengembangan sarcopenia. Tiga hal utama yang harus dipertimbangkan terkait diet penderita sarcopenia yaitu protein, vitamin D dan antioksidan. 

- Obat  

Penemuan pengobatan untuk sarcopenia menjadi fokus utama. Pemberian suplementasi testosteron telah terbukti dapat meningkatkan massa otot dan kekuatan pada pria. Namun yang harus diingat, hal itu juga dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular.***

Video Lansia Terbaru:


 

lansia,sarcopenia,lansia sehat,lansia bahagia,merawat lansia,lansia online,berita lansia,geriatri

ARTIKEL LAINNYA

Renta Itu Apa? Ketika “Sudah Tua” Bukan Lagi Penjelasan yang Cukup

Singapura Putar Otak Wujudkan Negara Ramah Lansia

Bukan Sekadar Nostalgia, Ini Alasan Lansia Senang Mengenang Masa Lalu

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026