
Geriatri.id - Asam urat bisa menyerang siapa saja termasuk orang lanjut usia (lansia). Asam urat terjadi karena penumpukan kristal urat yang menyebabkan peradangan dan rasa sakit.
Menurut laman Kemenkes, asam urat merupakan zat hasil metabolisme atau olahan purin di dalam tubuh.
Asam urat merupakan salah satu jenis penyakit peradangan pada sendi karena penumpukan kristal asam urat.
Kondisi ini dapat terjadi di jari kaki, pergelangan kaki, lutut dan ibu jari kaki.
Baca Juga: Butuh Perhatian Khusus, Dinsos Indramayu Kunjungi Lansia Berusia 109 Tahun
Kadar asam urat normal dalam darah manusia antara 3,4-7,0 mg/dL untuk laki laki dan 2,4-6,0 mg/dL perempuan serta 2,0-5,5 mg/dL anak-anak.
Dilansir Mayoclinic, asam urat terjadi ketika kristal urat menumpuk dan menyebabkan peradangan serta rasa sakit.
Makanan dan minuman tinggi purin seperti jeroan, seafood, sayuran hijau, kacang-kacangan dan olahannya merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kadar asam urat.
Sementara makanan dapat dikatakan mengandung purin tinggi jika kadar purin lebih dari 200mg per 100 gram berat makanan.
Bewrikut faktor-faktor yang bisa meningkatkan kadar asam urat:
1. Diet
Diet dengan mengonsumsi makanan kaya daging merah, kerang, minuman manis dengan gula buah (fruktosa) dapat meningkatkan asam urat. Selain itu mengonsumsi alkohol, terutama bir, juga meningkatkan risiko asam urat.
2. Berat badan
Ketika berat badan berlebih, tubuh akan memproduksi lebih banyak asam urat dan ginjal menjadi lebih sulit menghilangkan asam urat.
3. Kondisi medis
Risiko asam urat meningkat bisa juga karena penyakit dan kondisi tertentu. Ini termasuk tekanan darah tinggi yang tidak diobati dan kondisi kronis seperti diabetes, obesitas, sindrom metabolik, penyakit jantung dan ginjal.
4. Obat-obatan tertentu
Aspirin dosis rendah dan beberapa obat hipertensi, dapat meningkatkan kadar asam urat.
5. Riwayat asam urat dalam keluarga
Jika ada anggota keluarga yang menderita asam urat, orang akan lebih berisiko terkena penyakit ini.
6. Usia dan jenis kelamin
Asam urat lebih sering terjadi pada pria dibanding wanita. Namun, setelah menopause, kadar asam urat wanita mendekati pria.
Pria juga lebih mungkin terkena asam urat lebih awal di usia 30 tahun dan 50 tahun. Sedangkan gejala asam urat pada wanita umumnya setelah menopause.
7. Operasi atau trauma
Mengalami operasi atau trauma dapat memicu serangan asam urat. Bahkan pada beberapa orang, vaksinasi dapat memicu serangan asam urat.
Tanda-tanda asam urat
1. Nyeri sendi
Biasanya asam urat mempengaruhi jempol kaki, tetapi bisa di sendi manapun, termasuk pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan dan jari.
Rasa sakit paling parah dalam 4-12 jam pertama setelah dimulai.
2. Rentang gerak terbatas
Saat asam urat berlanjut, sulit menggerakkan persendian secara normal.
3. Ketidaknyamanan berkepanjangan
Setelah rasa sakit paling parah mereda, ketidaknyamanan sendi dapat berlangsung beberapa hari hingga beberapa minggu.
Serangan selanjutnya bertahan lebih lama dan mempengaruhi lebih banyak persendian.
4. Peradangan dan kemerahan
Sendi yang terkena asam urat menjadi bengkak, nyeri tekan, hangat dan merah.
Jika mengalami rasa sakit hebat dan tiba-tiba pada persendian, segera hubungi dokter.
Asam urat yang tidak diobati dapat menyebabkan rasa sakit hebat dan kerusakan sendi.***
Video Lansia Terbaru:
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri