Tantangan Pelayanan Geriatri di Indonesia


Populasi lansia yang semakin meningkat akan menyebabkan peningkatan penyakit kronik degeneratif, sindrom geriatri, disabilitas dan penurunan kualitas hidup.

2019-09-16 22:01:38

Prof. Dr. dr. Siti Setiati, Sp.PD-KGer, MEpid

Populasi lansia yang semakin meningkat akan menyebabkan peningkatan penyakit kronik degeneratif, sindrom geriatri, disabilitas dan penurunan kualitas hidup. Untuk itu, perlu pelayanan kesehatan khusus pada pasien lansia dan geriatri. Pelu pemahaman yang baik tentang geriatric medicine untuk memberikan pelayanan geriatri yanng baik dan benar.

Pasien geriatri adalah pasien usia lanjut, usia 60 tahun ke atas dengan beberapa kriteria. Pertama, memiliki lebih dari satu penyakit fisik dan atau psikis. Kedua, memiliki satu penyakit dan mengalami gangguan akibat penurunan fungsi organ, psikologi, sosial, ekonomi, dan lingkungan yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Ketiga, pasien dengan usia 70 tahun ke atas yang memiliki satu penyakit fisik atau psikis.

Perlu diketahui, adanya ledakan penduduk jumlah penduduk lansia menjadi tantangan bagi layanan keehatan geriatri di Indonesia. Mengutip informasi dari Sekjen PBB Kofi Annan bahwa satu dari 10 orang berusia lebih dari 60 tahun. Pada 2050, proporsi ini akan meningkat menjadi 1  dari 5.

Adapun tantangan tersebut di antaranya bahwa 23% masalah global terjadai pada populasi usia lanjut. Kemudian, double burden disease terutama penyakit tidak menular. Selain itu, peningkatan risiko disabilitas. Peningkatan kebutuhan untuk melayani penduduk lansia. Tak hanya itu, juga beban ekonomi populasi lansia.

Penyakit yang sering dialami lansia di Indonesia di antaranya hipertensi, artritris, stroke, PPOK, diabetes, kanker, penyakit jantung koroner, batu ginjal, gagal jantung dan gagal ginjal.

Salah satu karakteristik pasien geriatri adalah multipatologi. Dalam hal ini, pasien memiliki beberapa penyakit. Kebanyakan penyakit kronik degeneratif. Kemudian, tidak semua penyakit terkait dengan proses menua, namun dapat diperburuk oleh proses menua. Selain itu, dapat meningkatkan mortalitas dan morbiditas. Tak kalah penting, adanya konsekuensi seperti polifarmasi, interaksi antara obat, dan efek simpang obat menjadi lebih sering terjadi.

Foto: pixabay

 

merawat lansia,rawat lansia,TIG2019,prof ati

ARTIKEL LAINNYA

Jepang Rekrut Atlet dan Binaragawan untuk Merawat Lansia

Memahami "Keributan" Suami-Istri di Usia Lansia

Semangka Juga Jadi "Penyelamat" Dehidrasi Tersembunyi pada Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026