
Geriatri.id - Video game tidak hanya permainan mengasyikkan tetapi juga bermanfaat dalam memebantu meningkatkan daya ingat kelompok lankut usia (lansia).
Kolaborasi Dr. Adam Gazzaley dengan tim peneliti neuroscience di University of San Francisco (UCSF) bersama mantan drumer band Grateful Dead, Mickey Hart menciptakan game ritme musik 'Rhythmicity'.
Game yang dimainkan handphone dan diluncurkan pada 2016 itu bisa memacu ritme otak dengan melatih kemampuan ritmik tubuh. Dengan grafik immersive dan gameplay adaptif, pemain mengikuti alunan musik gubahan Hart bersama duo Thievery Corporation dan DJ Rob Garza.
Salah satu daya tarik Rhythmicity bisa beradaptasi dengan pemain. Jika pemain sudah cukup mampu, game akan menaikkan tingkat kesulitannya
"Rhythmicity adalah platform pelatihan kognitif lewat HP yang dirancang untuk mengajarkan ritme. Tujuannya meningkatkan fungsi kognitif secara keseluruhan," tulis situs resmi UCSF.
Dalam penelitiannya, penelti UCSF melibatkan lansia bermain video game Rhythmicity. Penelitian bertajuk "How musical rhythm training improves short-term memory for faces" melibatkan 47 partisipan lansia. terbagi dalam dua kelompok:
Para lansia partisipan memainkan game itu selama 20 menit sehari dalam 5 hari. Rutinitas ini berlangsung selama 8 minggu.
Para peneliti menemukan game ini menyasar persepsi visual dan perhatian selektif yang berdampak pada memori jangka pendek. Ini diperkuat dengan partisipan yang bisa menyelesaikan tes pengenalan wajah.
"Ini memberikan bukti penting bahwa latihan ritme musik bisa bermanfaat untuk fungsi kognitif non-musik," tulis peneliti UCSF.
Baca Juga: Ancaman NAFLD dan Difesiensi Vitamin D Masih Menjadi Masalah Besar Bagi Lansia
Selain itu, para partisipan juga menjalani tes elektroensefalografi (EEG) saat mengerjakan tes itu. EEG menunjukkan peningkatan aktivitas di bagian kanan otak yang bertanggung jawab dalam membaca musik dan memori visual jangka pendek. Ini berarti latihan ritmik membantu proses daya ingat lansia.
"Peningkatan memori itu sangat luar biasa," kata kepala peneliti, Theodore P. Zanto, Ph.D., dalam pernyataan resmi.
Rhythmicity bukan game pertama yang dikembangkan para peneliti UCSF, terutama Gazzaley.
Penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Nature pada 2013 menunjukkan game latihan kognitif 3D produksi UCSF, NeuroRacer disebut bisa mengembalikan kemampuan mental lansia hanya dalam waktu empat minggu.
Selanjutnya, Gazzaley dan tim mengembangkan game realitas virtual (VR). Menurut jurnal Scientific Reports pada 2021, game ini membantu meningkatkan daya ingat jangka panjang setelah dimainkan selama empat minggu.
Sebelum Rhythmicity, Gazzaley dan tim telah mengembangkan game latihan fisik dan kognitif bernama Body Brain Trainer.
Jurnal NPJ Aging pada akhir Agustus 2022 menyebu, game ini melatih perhatian dan kemampuan multitasking lansia dan melatih fisik dengan intensitas yang tepat.
Dari tiga studi sejak 2013 hingga Oktober 2022 menunjukkan video game bisa berguna bagi lansia. Gazzaley mengatakan game itu melatih kontrol kognitif yang penting untuk kualitas hidup lansia.
"Game-game ini memiliki dasar algoritma adaptif dan pendekatan sama, tetapi dengan jenis aktivitas sangat berbeda. Kami menunjukkan Anda bisa meningkatkan kemampuan kognitif di populasi ini (lansia)," kata Gazzaley yang juga pendiri Akili Interactive Labs, perusahaan terapi video game.***
Ilustrasi - Video game membantu meningkatkan daya ingat lansia.(Pixabay)
Video Lansia Terbaru:
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri