Pendanaan Jadi Tantangan Reformasi Lansia di Inggris


Perbedaan pandangan tersebut membuat pembahasan reformasi perawatan lansia menjadi salah satu isu politik terbesar di Inggris saat ini.

2026-08-05T07:33

GERIATRI.CO.ID - Pemerintah Inggris kembali menempatkan reformasi layanan perawatan lansia sebagai salah satu agenda nasional. Perdana Menteri Andy Burnham mengumumkan rencana membangun National Care Service (NCS), yaitu sistem layanan perawatan sosial yang diharapkan dapat memberikan akses perawatan yang lebih baik bagi lansia dan penyandang disabilitas di seluruh Inggris.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam pidato resmi pada 29 Juli 2026. Burnham menilai sistem perawatan sosial yang ada saat ini sudah tidak mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus menua. Menurutnya, layanan perawatan harus berpusat pada kebutuhan individu (person-centred), terintegrasi dengan National Health Service (NHS), serta lebih mengutamakan perawatan di rumah dibandingkan perawatan di rumah sakit. 

Pemerintah juga menunjuk Baroness Louise Casey untuk memimpin kajian independen dan membuka konsultasi publik bertajuk "Big Conversation on Care" guna menyusun bentuk layanan dan skema pendanaannya.

Berbeda dengan layanan kesehatan melalui NHS yang umumnya dapat diakses tanpa biaya saat digunakan, layanan social care di Inggris memiliki aturan yang berbeda. Banyak lansia yang membutuhkan bantuan untuk aktivitas sehari-hari—seperti mandi, berpakaian, makan, hingga tinggal di panti perawatan—harus menanggung sendiri biaya tersebut apabila aset yang dimiliki melebihi batas tertentu.

Kondisi ini menyebabkan sebagian keluarga harus menggunakan tabungan bahkan menjual rumah untuk membiayai perawatan jangka panjang. Situasi tersebut telah lama menjadi kritik karena dianggap menciptakan ketidakadilan, terutama bagi penderita demensia atau penyakit kronis yang membutuhkan pendampingan dalam waktu lama.

Service pemerintah ingin membangun sistem perawatan sosial yang memiliki standar nasional dan lebih terintegrasi dengan NHS. Selain memperbaiki kualitas layanan, reformasi juga ditujukan untuk meningkatkan pelatihan, kesejahteraan, dan pengakuan terhadap tenaga caregiver yang selama ini menjadi tulang punggung pelayanan lansia.

Namun pemerintah belum menetapkan bentuk akhir kebijakan tersebut. Berbagai pilihan sedang dikaji, mulai dari cakupan layanan yang akan diberikan hingga mekanisme pembiayaannya. Hasil kajian independen diperkirakan menjadi dasar penyusunan kebijakan pada tahap berikutnya.

Isu yang paling banyak mendapat perhatian adalah sumber pendanaan National Care Service. Pemerintah mengakui bahwa reformasi besar ini memerlukan biaya yang tidak sedikit sehingga kemungkinan membutuhkan keputusan-keputusan yang sulit, termasuk mempertimbangkan perubahan sistem perpajakan atau model pembiayaan baru.

Sejumlah pengamat mengusulkan berbagai alternatif, seperti skema asuransi sosial maupun kontribusi dari harta warisan, sementara pihak lain menilai pemerintah sebaiknya mencari sumber pendanaan lain agar tidak menambah beban masyarakat. Perbedaan pandangan tersebut membuat pembahasan reformasi perawatan lansia menjadi salah satu isu politik terbesar di Inggris saat ini.

Reformasi yang sedang dibahas di Inggris menunjukkan bahwa meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia tidak hanya membutuhkan layanan kesehatan yang baik, tetapi juga sistem perawatan jangka panjang yang berkelanjutan. 

Seiring bertambahnya populasi lansia di Indonesia, pengalaman Inggris dapat menjadi bahan pembelajaran mengenai pentingnya menyiapkan layanan home care, dukungan bagi caregiver, serta mekanisme pembiayaan perawatan jangka panjang agar kebutuhan lansia dapat terpenuhi tanpa memberikan beban finansial yang berlebihan kepada keluarga.(lia)

berita lansia,berita,inggris,lansia bahagia

ARTIKEL LAINNYA

Prinsip Mengatur Nutrisi yang Baik pada Lansia

Ikhtiar Fisik Menuju Tanah Suci: Melatih Tubuh, Menguatkan Khusyuk

Lansia Terlihat Sehat, Apakah Tetap Perlu Medical Check-up Rutin?

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026