Bisa Picu Komplikasi, Klasifikasi Hipertensi Menurut JNC, AHA dan WHO


Berita Lansia - Hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi) dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi kesehatan. Tekanan darah normal berkisar 120/80 mmHg. 

2023-01-07 19:55:02

Geriatri.id - Hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi) dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi kesehatan. Tekanan darah normal berkisar 120/80 mmHg. 

Angka pertama menunjukkan sistolik atau tekanan pada pembuluh darah saat jantung berdetak. 

Sedangkan angka kedua menunjukkan diastolik atau tekanan pada pembuluh darah saat jantung beristirahat di sela-sela berdetak. 

Selama ini ada tiga klasifikasi hipertensi yang digunakan. Selain Joint National Committee (JNC) High Blood Pressure, klasifikasi lain yang digunakan adalah American Heart Association (AHA) atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

1. Hipertensi menurut JNC 

Berikut klasifikasi hipertensi menurut JNC pencegahan, deteksi, evalasi, dan penanganan tekanan darah tinggi seri 7 dikutip dari Kementerian Kesehatan: 

- Tekanan darah normal: sistolik kurang dari 120 mmHg dan diastolik kurang dari 80 mmHg 

- Tekanan darah pra-hipertensi: sistolik 120-139 mmHg atau diastolik 80-89 mmHg 

- Tekanan darah hipertensi tingkat 1: sistolik 140-159 mmHg atau diastolik 90-99 mmHg 

- Tekanan darah hipertensi tingkat 2: sistolik lebih dari 160 mmHg atau diastolik lebih dari 100 mmHg 

2. Hipertensi menurut AHA 


Berikut klasifikasi hipertensi menurut American Heart Association (AHA) atau American College of Cardiology seperti dilansir Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC): 

- Tekanan darah normal: sistolik kurang dari 120 mmHg dan diastolik kurang dari 80 mmHg 

- Tekanan darah naik atau pra-hipertensi: sistolik 120-129 mmHg atau diastolik kurang dari 80 mmHg 

- Tekanan darah hipertensi: sistolik 130 mmHg atau lebih atau diastolik 80 mmHg atau lebih 

Baca Juga: Ancaman NAFLD dan Difesiensi Vitamin D Masih Menjadi Masalah Besar Bagi Lansia

3. Hipertensi menurut WHO 

Berikut klasifikasi hipertensi lebih sederhana berdasarkan data epidemiologi menurut WHO: 

Tekanan darah hipertensi: sistolik 140 mmHg atau lebih atau diastolik 90 mmHg atau lebih. 

Untuk menegakkan diagnosis tekanan darah tinggi, dokter biasanya tidak sembarangan menggunakan acuan klasifikasi hipertensi di atas. 

Mengingat tekanan darah bisa naik turun karena banyak faktor, penderita yang merasakan gejala hipertensi biasanya diukur tekanan darahnya berulang selama beberapa minggu sampai bulan. 

Penderita baru didiagnosis mengidap penyakit darah tinggi jika hasilnya konsisten tinggi.*** 

Video Lansia Terbaru:

lansia,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia,berita lansia,geriatri,hipertensi,penyakit lansia,lansia hipertensi

ARTIKEL LAINNYA

Membuka Ruang Belajar di Usia Senja: Sekolah Lansia Hadir di Bali

MBG untuk Lansia dan Disabilitas: Sudah Siap Dijalankan?

Jepang Dorong Lansia Tetap Bekerja Hingga Usia 70 Tahun

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026