
Geriatri.id - Proses penuaan tidak bisa dihindari. Namun semua orang tentu ingin tetap sehat dan bahagia meski di usia di atas 60 tahun. Ini bisa diwujudkan dengan gaya hidup dan kebiasaan sederhana.
Menurut Linda G.P. Schneider, banyak orang mengalami gangguan kesehatan atau cacat saat memasuki lanjut usia (lansia).
"Bagi mereka yang berusia 65 hingga 74 tahun, sekitar 18 persen memiliki sedikitnya satu kecacatan. Hampir 25 persen orang berusia 75 tahun atau lebih hidup dengan beberapa jenis kecacatan," ujarnya dikutip dari eatthis.com, Kamis, 23 Desember 2022.
Sementara Tim Peterson mengatakan melakukan diet sehat dengan olahraga teratur tanpa merokok dan alkohol adalah cara paling efektif untuk mencegah sebagian besar penyakit.
"Menurut literatur, diet Mediterania mendukung penuaan yang sehat," katanya.
Pakar kesehatan jantung di Johns Hopkins Medicine Sabra Lewsey mengatakan perubahan gaya hidup dapat menyelamatkan kesehatan lansia.
Berikut lima kebiasaan yang harus dihindari setelah usia 60 tahun agar kesehatan tetap terjaga:
1. Jarang aktif bergerak
Beberapa ahli menyebut duduk merupakan kebiasaan merokok yang baru. Kurang bergerak dikaitkan dengan penuaan dini pada tingkat sel.
Sebuah tinjauan studi pada 2015 yang diterbitkan di Annals of Internal Medicine menemukan duduk dalam waktu lama dikaitkan dengan risiko kesehatan lebih buruk, termasuk penyakit jantung, diabetes tipe 2 dan kanker.
Perilaku menetap juga dapat meningkatkan risiko kematian, baik karena penyakit jantung atau masalah medis lainnya.
2 Tak peduli dengan berat badan
Seiring bertambahnya usia, kenaikan berat badan tidak dapat dihindari.
Berat badan yang tak terkendali dapat memengaruhi kesehatan secara signifikan pada lansia.
Untuk mendukung kesehatan otot dan tulang bisa dilakukan dengan latihan menahan beban, makan lebih banyak protein dan tetap aktif.
Banyak penelitian menunjukkan latihan kekuatan dapat membantu memperlambat pengeroposan tulang, dan bahkan membangun tulang.
3. Mengabaikan diet sehat
Pola makan sehat dan bergizi dapat memperpanjang hidup.
Penelitian menunjukkan diet Mediterania dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan harapan hidup yang lebih lama.
Kombinasi kacang-kacangan, lentil, biji-bijian, dan asam lemak omega-3 dari ikan telah terbukti berdampak positif pada peradangan, yang mungkin menjadi faktor pendorong dalam mengurangi risiko penyakit dan meningkatkan umur panjang, kata ahli gizi Erin Palinski-Wade.
Studi lain yang diterbitkan di jurnal BMJ Gut menemukan diet Mediterania mengubah mikrobioma orang tua (berusia 65-79), yang membantu meningkatkan fungsi otak dan umur panjang.
4. Membiarkan fungsi otak menurun
Banyak orang berusia 60 tahun sudah pensiun atau berharap hidup santai. Namun penting untuk tidak membiarkan kesehatan otak menurun.
Studi menunjukkan pensiun dapat mengubah otak menjadi "menua".
Sebuah studi di Inggris yang meneliti 3.400 pegawai negeri menemukan ingatan jangka pendek mereka menurun 40 persen lebih cepat setelah pensiun.
5. Tidak berinteraksi dengan teman
Menjaga hubungan yang sehat dengan teman dan keluarga penting untuk kesehatan dan kebahagiaan lansia.
Sejumlah studi menunjukkan menjadi bagian dari komunitas sangat penting untuk kesejahteraan mental dan fisik baik di usia muda atau lansia.
Hubungan positif sama pentingnya dengan nutrisi dan aktivitas fisik untuk kesehatan dan kesejahteraan lansia.***
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri