Mengejutkan, Ini Manfaat Bermain Teka-Teki Silang Bagi Lansia


Berita Lansia - Permainan teka-teki silang (TTS) bisa membantu memperlambat penurunan gangguan kognitif pada kelompok lanjut usia (lansia).

2022-11-04 22:50:19

Geriatri.id -  Permainan teka-teki silang (TTS) bisa membantu memperlambat penurunan gangguan kognitif pada kelompok lanjut usia (lansia).

Sebuah studi skala kecil dilakukan dengan melibatkan 107 lansia dengan gangguan kognitif ringan sebagai partisipan. Tim peneliti meminta partisipan melakukan permainan TTS selama 18 bulan.

Tim peneliti kemudian mengukur daya ingat dan kemampuan mental para partisipan. Hasilnya para partisipan yang bermain TTS selama 18 bulan menunjukkan perbaikan kecil dalam tes daya ingat dan kemampuan mental lain.

Sebaliknya ketika lansia diminta melakukan latihan otak menggunakan game komputer, rata-rata skor mereka dalam tes kognitif mengalami penurunan seiring waktu.

Ketua tim peneliti yang juga profesor bidang Psikiatri dan Neurologi dari Columbia University, Dr Davangere Devanand tidak menduga akan mendapatkan hasil seperti itu. 

Selama melakukan studi, tim peneliti mengira game komputer akan lebih superior dibanding TTS.

Belum diketahui secara pasti mengapa permainan TTS dapat memberikan performa lebih baik dibanding game komputer dalam studi terbaru ini. 

Namun, Dr Devanand mengatakan ini bisa terjadi karena permainan TTS lebih mudah dilakukan lansia dengan gangguan kognitif ringan.

Temuan terbaru ini telah dipublikasikan di jurnal NEJM Evidence. 

Baca Juga: Ancaman NAFLD dan Difesiensi Vitamin D Masih Menjadi Masalah Besar Bagi Lansia

Tim peneliti mengatakan studi mereka tidak bersifat definitif sehingga dibutuhkan studi berskala lebih besar untuk memperkuat temuan itu.


Gangguan kognitif ringan merupakan hal umum yang ditemukan pada lansia. Gangguan kognitif ringan merupakan masalah berkaitan dengan kemampuan daya ingat dan berpikir. 

Gangguan kognitif ringan tidak selalu berkembang menjadi demensia. Namun, sekitar 10-20 persen lansia berusia 65 tahun ke atas yang mengalami gangguan kognitif ringan akan mengalami demensia dalam periode satu tahun.

Beragam studi menemukan permainan asah otak bisa membantu orang dengan gangguan kognitif ringan dalam meningkatkan kemampuan daya ingat dan berpikir. 

Temuan terbaru Dr Devanand itu menunjukkan permainan TTS bisa menjadi kebiasaan yang dapat membantu lansia memperbaiki gangguan kognitif ringan.***

Ilustrasi - Lansia.(Pixabay)

Video Lansia Terbaru:

 

lansia,lansia sehat,lansia bahagia,geriatri,merawat lansia,lansia online,demensia,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Indonesia Semakin “Menua”, Keuangan Belum “Siap”

Makanan Kaya Kalsium yang Baik untuk Kesehatan Tulang

Memahami Hipertensi (10): Panduan dalam Menghadapi Kegawatan Hipertensi

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026