Dukungan Nenek Kakek Bantu Keberhasilan Ibu Menyusui


 Nenek dan kakek ikut mempengaruhi keberhasilan ibu menyusui.

2019-08-31 20:14:07

geriatri.id - Nenek dan kakek ikut mempengaruhi keberhasilan ibu menyusui. Dukungan nenek dan kakek dapat berupa edukasi kepada ibu menyusui, dukungan waktu menjaga bayi, dan menjamin keamanan serta kenyamanan kondisi ibu menyusui. 

"Keberhasilan menyusui tak hanya dipengaruhi oleh ibu dan ayah tapi dipengaruhi juga oleh perlindungan dari nenek dan kakek,'' ujar Ketua Sentra Laktasi Indonesia (Selasi) dr. Lily S Sulistyowati pada hari ulang tahun ke-16 sekaligus memperingati Pekan ASI Sedunia (PAS) 2019 di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (29/8/2019). 

Dilansir depkes.go.id, Lily mengatakan dukungan nenek dan kakek diperlukan salah satunya untuk menghadapi tantangan kesehatan bayi di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta yang kondisinya menurut Riskesdas 2019 masih di bawah target nasional.

Di DKI Jakarta, hasil Riskesdas 2018 menunjukkan untuk Berat Badan Lahir 6,1% tidak jauh dari target nasional 6,2%. Kurang Energi Kronik pada wanita usia subur 13,2% sementara target nasional 17,3%, sementara Inisiasi Menyusui Dini DKI Jakarta 80% sudah melampaui target Nasional 58,2%.

''Menyusui adalah investasi terbaik untuk meningkatkan kesehatan anak. Maka diperlukan perlindungan sosial mulai dari rumah, tempat kerja, dan tempat publik, nenek, kakek, pimpinan kerja, teman, dan kelompok pendukung serta pihak lain untuk keberhasilan menyusui,'' tambah dr. Lily.

Dewi Odjar Ratna Komala, seorang pengusaha sekaligus nenek dari 3 cucu mengaku telah mengenalkan ASI pada anaknya sejak remaja. Bahkan ketika anaknya melahirkan mereka selalu berdiskusi tentang ASI.

''Saya mungkin orang beruntung karena saya tahu tentang ASI, anak saya dua, cucu tiga, semuanya anak ASI. Jadi, menantu maupun anak saya tidak bermasalah asinya karena sejak mereka sebelum hamil sudah saya kenalkan dengan ASI, kita selalu diskusi tentang ASI. Saya suka ajak mereka ke seminar-seminar ASI,'' katanya saat jadi pembicara pada Talkshow.

Dia menambahkan sering mengajak komunikasi cucunya sejak dalam kandungan. Setelah cucunya lahir, dia membagi tugas dengan suaminya. Dewi bertugas memandikan cucu sementara suaminya mempunyai tugas mengajak cucu berjemur.

Tak hanya kepada anak dan cucunya, Dewi pun memberikan pengetahuan tentang ASI kepada besan. Dukungan memberikan ASI juga dilakukan seorang public figure Dr. Dewi Motik Pramono. Dia mengatakan ASI merupakan anugerah yang tidak bisa digantikan apapun.

''Saya yakin kalau kasih ASI ke bayi kita pasti baik, satu yang ingin saya ingatkan tolong sewaktu menyusui tolong sambil mendoakan anak, bersenandung untuk anak, atau berkomunikasi,'' katanya.

Dukungan dari nenek dan kakek dalam memberikan ASI akan memberikan kenyaman pada ibu menyusui, tidak membuat ibu tertekan, sehingga ASI keluar dengan lancar.

Ilustrasi kakek dan nenek (Pixabay) 
 

lansia,kakek,nenek,peran lansia,geriatri

ARTIKEL LAINNYA

Kehidupan Lansia yang Menginspirasi Lewat 5 Drama Cina

Tetap Aktif, Tetap Sehat: Kunci Menjaga Jantung di Usia Lanjut

Cara Memilih Tensimeter yang Cocok di Rumah

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026