Lansia Tetap Perlu 'Gaul' Agar Tak Terasing dari Lingkungan Sosial


Berita Lansia - Menjaga lansia agar tetap ‘terhubung’ dengan lingkungan sosial adalah salah satu cara yang dapat ditempuh agar lansia tidak merasa tertinggal, kesepian, dan terisolir dari dunia di sekeliling mereka.

2022-03-13 07:42:20

Penulis: Husna Sabila

Geriatri.id - Salah satu tantangan dalam merawat lansia adalah menjaga agar lansia tidak merasa terisolasi dari lingkungan sosial. Perubahan-perubahan pada fisik dan kemampuan lansia mungkin membuat mereka menjadi lebih sensitif dengan keadaan lingkungan sekitar.

Menjaga lansia agar tetap ‘terhubung’ dengan lingkungan sosial adalah salah satu cara yang dapat ditempuh agar lansia tidak merasa tertinggal, kesepian, dan terisolir dari dunia di sekeliling mereka.

Selain itu, dengan bersosialisasi dengan sekitar, lansia dapat mengomunikasikan keresahan (akibat perubahan kondisi mereka saat menua) dengan sesama lansia lainnya, menjaga kesehatan mental, serta fisik mereka.

Berikut ini aktivitas sosial yang dapat dilakukan lansia guna menjaga kesejahteraan sosial mereka berdasarkan rekomendasi greatseniorliving.com:

1, Mencari, mengunjungi, dan mengikuti local senior center maupun kelas/komunitas lansia yang ada di lokasi tempat tinggal

Meskipun di Indonesia perhatian mengenai kehidupan lansia belum seramai di negara-negara maju, namun ternyata di kota besar seperti Jakarta sudah terdapat beberapa senior center yang sengaja dibangun untuk memfasilitasi kebutuhan sosial dan kognitif lansia. Sebagai contoh yaitu citra premier di Jakarta Barat, Senior Club PIK di Jakarta Utara,  atau Rukun Senior Club di Sentul Bogor.

2. Mengikuti kelas olahraga

Mengikuti kelas olahraga dapat menjadi alternatif bagi lansia untuk bersosialisasi sekaligus memperoleh manfaat kesehatan dari berolahraga.

Sebagai tambahan, menurut WHO, lansia setidaknya perlu untuk berolahraga aerobik sedang selama 150 menit dalam seminggu.

3. Bermain/bergaul/hangout bersama dengan teman, baik sesama lansia maupun kelompok usia lainnya

Bermain tentunya dapat meningkatkan perasaan bahagia. Memilih permainan yang bermanfaat bagi kognitif otak seperti bermain kartu ataupun catur juga dapat dijadikan solusi untuk mendapatkan beberapa manfaat sekaligus dalam satu kegiatan yang menyenangkan.

4. Menjadi sukarelawan

Kegiatan sukarelawan bagi lansia mungkin adalah hal yang cukup jarang terdengar. Namun ternyata, dengan mengikuti kegiatan sukarelawan, lansia dapat merasakan manfaat dari keluar rumah, berganti suasana, bertemu orang dan pengalaman baru, serta meningkatkan perasaan bahagia dan bermanfaat pada diri lansia.

Akan tetapi, dalam memilih kegiatan sukarelawan yang akan diikuti, lansia perlu melihat keadaan dan kesiapan fisik diri sendiri sehingga tidak berisiko merugikan diri mereka sendiri.***

 

Ikuti diskusi bersama narasumber ahli dalam program Lansia Online (LOL): “Sudah Tepatkah Layanan Telemedisin untuk Lansia Saat Ini?"

Hari: Minggu, 13 Maret 2022

Pukul: 14.00 s/d 15.00 WIB

Narasumber: dr. Vera, Sp.PD., K-Ger – Konsultan Geriatri

merawat lansia, tips lansia, lansia bahagia, geriatri, lansia online

ARTIKEL LAINNYA

Asia Menua Cepat, Alarm bagi Krisis Tenaga Kerja dan Kesehatan Lansia

Cegah Ompong? Gampang Kok Asal Rajin

Pengalaman Saya di Tanah Suci

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026