Pengalaman Saya di Tanah Suci


Baru saja sampai di lantai atas, tiba-tiba saya seperti mendengar ada suara. “Jangan mendekat, jangan mendekat. Jangan ke sini.” Saya menengok, tidak ada orang.

2026-04-14T08:05

Geriatri - Saya Ibu Tien Surtini, umur 75 tahun. Suami saya pensiunan guru tapi sudah menghadap Yang Maha Berkehendak sekitar lima tahun lalu.

Di sini saya ingin membagikan cerita-cerita yang -- menurut saya-- unik kejadiannya. Dan kejadian itu berlangsung di Tanah Suci, saat kami sedang melaksanakan ibadah haji tahun 1995. 

Di tengah perjalanan menuju Arab Saudi, melalui pesawat terbang, saya ingin ke toilet, dan diantar Bapak. Begitu menutup pintu, saya terkaget-kaget. Tiba-tiba badan pesawat mendadak turun dengan sangat cepat, turbulensi, kira-kira 5 meter.  Saya pun terbanting dengan cepat dan “mendarat” di dudukan toilet, yang untungnya masih tertutup.

Pun demikian sewaktu saya keluar dan menemukan Bapak yang masih tertelungkup memegangi apa yang bisa dipegangi. Bapak mengaku sangat kaget dengan keadaan tersebut, walaupun, alhamdulillah, tidak mengalami cedera yang berarti. 

Ada calon jemaah lain yang juga perempuan, yang mengalami hal serupa di toilet dan terpelanting persis ke tempat duduk yang sudah terbuka. Akibatnya, tubuhnya mengalami memar-memar yang untungnya tidak terlalu berat. Katanya sih si calon jemaah haji punya riwayat penyakit jantung. Wallahu a’lam.  

Belakangan diketahui pramugari memberitahu kepada seluruh penumpang untuk tidak ke mana-mana terlebih dulu dan duduk di tempat masing-masing dengan sabuk terpakai. Namun, saya dan suami saya tidak mendengarkan, karena mungkin saat itu tidak jelas atau ada penumpang lain pada ngobrol. 

Dari situ, saya menjadi trauma untuk ke toilet sendirian. Yang menemani saya pokoknya harus menunggui saya dan pintu tidak dikunci, hehehe. Waktu kemudian saya berangkat umroh bertahun-tahun kemudian pun, saya lagi-lagi tidak berani ke toilet pesawat terbang sendirian ?

Kejadian kedua, terjadi di Mekah. Waktu itu kita mau thawaf, kebetulan kita ada di lantai bawah. Tapi masyaallah, penuh bener. Melihat keadaan kayak itu, Bapak mengajak saya untuk thawaf di lantai yang lebih atas. Saya manut saja, apalagi hanya berdua dengan pasangan.

Baru saja sampai di lantai atas, tiba-tiba saya seperti mendengar ada suara. “Jangan mendekat, jangan mendekat. Jangan ke sini.” Saya menengok, tidak ada orang. 

Di situlah saya merasa tidak enakan dan seketika bersama suami, langsung minggir. Dan tiba-tiba, subhanallah, itu manusia entah dari mana datangnya, begitu banyak dan cepat. Ibarat air bah. Mengerikan juga sih saya membayangkannya.

Kami benar-benar bersyukur bisa terhindar dari “keajaiban” itu.  Dan ternyata memang benar. Habis itu saya melihat banyak orang yang kena kejadian itu, sampai jatuh dan terinjak-injak. Ya mungkin yang membisikkan itu malaikat. Saya tidak tahu sih, yang jelas kami bisa selamat. 

Yang ketiga saya ingat, ketika saya dan suami hendak mencari sarapan di sekitar Masjidil Haram, setelah selesai menunaikan salat subuh dan thawaf sunnah. Di senderan luar masjid, ketika suasana belum begitu ramai, saya melihat ada dua ekor kucing. “Wah, ini kucing sama gak yah omongannya dengan ada di Indonesia. Pus, pus, pus,” saya berkomentar.

Saya melirik pada si Bapak dan tampaknya dia agak takut. Tapi dia tidak bilang apa-apa. Belakangan, kepada temannya, dia berkata kalau dia “kayak diterkam oleh banyak kucing”. Dulu dia sering mengusir kucing dengan kasar, apalagi ada yang naik ke meja, langsung dia pukul. “Dari situ saya istighfar. Dan kucing-kucing itu ada pada  hilang,” katanya.  

Sejak saat itu si Bapak jadi baik pada kucing-kucing itu. Bahkan suka ngasih makan.


 

cerita lansia,cerita dari lansia,pengalaman naik haji

ARTIKEL LAINNYA

Tantangan buat Caregiver: Tuntutan Perawatan Makin Kompleks

Di Jepang, Lansia “Asuh” Anak yang Semakin Tua

Jumaria, Lansia yang Jadi Ikon Haji 2026

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026