.jpg)
geriatri.id - Memasuki lanjut usia bukan berarti berhenti beraktivitas. Di sejumlah negara, pekerja lansia masih menjadi andalan di badan usaha milik pemerintah.
Survei Australian Human Rights Institute (AHRI) yang dilakukan terhadap sejumlah responden menyebutkan 59,69% responden menilai pekerja lansia lebih dapat dipercaya dibanding tenaga kerja yang lebih muda.
Sementara itu, 39,24% responden lainnya menganggap baik pekerja lansia maupun yang lebih muda memiliki reliabilitas sama. Hanya 1,07% responden yang menilai tenaga kerja yang lebih muda cenderung lebih bisa dipercaya dibanding lansia.
Hasil survei yang sama menunjukkan 73,84% responden menilai pekerja lansia cenderung lebih loyal dibandingkan pekerja yang lebih muda. Sebanyak 39,24% lainnya menganggap pekerja lansia maupun yang lebih muda loyalitasnya kurang lebih sama. Sedangkan 0,48% sisanya merasa pekerja muda memiliki loyalitas lebih baik dibanding pekerja lansia.
Perusahaan di Jepang masih menganggap pekerja lansia cukup bisa diandalkan, misalnya. Dikutip dari Asian Nikkei Review pada 28 Mei 2019, jumlah pekerja lansia di sektor manufaktur cenderung mengalami peningkatan. Proporsi tenaga kerja berusia di atas 65 tahun di sektor manufaktur sebesar 6,5% pada tahun 2008 meningkat 2,4 poin menjadi 8,9% pada tahun 2018.
Di Indonesia, jumlah lansia terus bertambah selama hampir 50 tahun terakhir dari kurun waktu 1971-2018. Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan Indonesia akan memiliki sekitar 63,31 juta warga lansia atau setara dengan hampir 20% dari populasi di tahun 2045.
Data BPS menyebutkan saat ini Indonesia berada dalam amsa transisi menuju struktur penduduk tua atau aging population. Hal ini karena persentase penduduk berusia di atas 60 tahun melebihi 7% dari totaljumlah penduduk.
Foto: Pixabay
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri