Ini Olahraga yang Tidak Baik Bagi Lansia


Berita Lansia - Olahraga tentu sangat baik bagi kesehatan. Namun, jika tidak memperhatikan hal-hal berikut ini, olahraga bisa menimbulkan risiko yang kurang baik pada lansia yang melakukannya.

2022-02-28 14:55:08

Oleh Husna Sabila

Geriatri.id - Olahraga tentu sangat baik bagi kesehatan. Namun, jika tidak memperhatikan hal-hal berikut ini, olahraga bisa menimbulkan risiko yang kurang baik pada lansia yang melakukannya.

Lansia pada umumnya memiliki fungsi fisiologis yang berbeda dengan usia produktif. Secara alami tubuh lansia mengalami beberapa perubahan dan penurunan seperti penurunan massa dan kekuatan otot, perubahan anatomi jantung dan pembuluh darah, serta berkurangnya luas serta elastisitas paru-paru.

Terkait kondisi demikian, lansia pun harus melakukan penyesuaian-penyesuaian dalam melakukan aktivitas fisik termasuk olahraga. Dilansir Timesnownews.com, ada 5 hal yang harus dihindari lansia dalam berolahraga:.

1. Memaksakan diri

Perlu diingat bahwa kondisi fisik lansia berbeda, sehingga perlu dilakukan pengaturan olahraga yang benar.

Ketika tubuh sudah terasa sakit atau pegal-pegal atau letih, olahraga seharusnya dihentikan untuk menghindari risiko-risiko yang tidak diinginkan.

2. Hanya berfokus pada olahraga jenis kardio/aerobik

Apabila melihat kondisi tubuh lansia, yaitu adanya pengurangan masa dan kekuatan otot, fleksibilitas tubuh yang menurun, serta adanya risiko jatuh, olahraga pada lansia tidak bisa hanya berfokus pada aerobik tanpa adanya latihan bagi otot, sendi, serta keseimbangan tubuh lansia.

3. Tidak memiliki hari libur olahraga

Hari istirahat atau resting day ini penting dalam jadwal rutin olahraga. Sebab, pada saat inilah tubuh memperbaiki sel yang rusak, membentuk massa otot, dan melakukan pembakaran dengan model afterburn effect.

4. Olahraga tanpa pendampingan/konsultasi 

Setiap lansia memiliki risiko-risiko yang mungkin berbeda satu dengan yang lainnya.

Oleh karena itu, pada saat olahraga, penting bagi lansia untuk berada dalam pengawasan orang lain, baik anggota keluarga, caregiver, atau bahkan pelatih khusus, sehingga mereka dapat berolahraga dengan tepat dan aman.

5. Tidak mempedulikan latihan fleksibilitas

Perlu diingat bahwa pada lansia kesehatan otot, tulang, dan sendi mengalami penurunan.

Kondisi inilah yang menjadikan latihan fleksibilitas penting untuk dilakukan oleh lansia. Latihan fleksibilitas misalnya adalah melakukan peregangan sebelum memulai olahraga.***

(Ilustrasi foto: Youtube)

Baca juga: 

Aspek Penting untuk Lansia Memilih Olahraga

Lansia Sering Terjatuh, Negara ini Siapkan Pencegahannya

Tips Menjaga Berat Badan Lansia di Masa Pandemi

Simak juga Video 'Yoga untuk Lansia'

 

olahraga lansia, lansia sehat, lansia bahagia, geriatri, merawat lansia, hobi lansia,lansia,lansia online,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Asia Menua Cepat, Alarm bagi Krisis Tenaga Kerja dan Kesehatan Lansia

Cegah Ompong? Gampang Kok Asal Rajin

Pengalaman Saya di Tanah Suci

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026