Waspadai Jenis Penipuan yang Paling Sering Mengintai Lansia


Berita Lansia - Ada idiom, teknologi makin canggih, tapi penjahat pun makin pintar. Kita wajib mewaspadai berbagai jenis penipuan yang kerap menjadikan orangtua/lansia sebagai calon mangsanya.

2022-02-22 10:11:46

 *Oleh Husna Sabila

Geriatri.id - Ada idiom, teknologi makin canggih, tapi penjahat pun makin pintar. Kita wajib mewaspadai berbagai jenis penipuan yang kerap menjadikan orangtua/lansia sebagai calon mangsanya.

Berdasarkan data American Journal of Public Health, setidaknya 5% dari keseluruhan lansia yang ada mengalami penipuan setiap tahunnya.

Di Indonesia contohnya, semenjak tahun 2022 yang baru berjalan 2 bulan ini, sudah cukup banyak beredar berita penipuan pada lansia, mulai dari penipuan keuangan, kepemilikan aset, hingga penipuan pekerjaan (Sindo, Kompas, dan Merdeka).

Setidaknya terdapat beberapa bentuk penipuan keuangan yang sering menimpa lansia menurut National Council on Aging, Amerika Serikat, yaitu:

1. Penipuan via Telepon

Penipuan jenis ini menggunakan telepon sebagai alat utama untuk menjarin lansia menjadi target mereka.

Penipu dapat berpura-pura sebagai orang pemerintahan yang menagihkan denda tertentu, atau agen asuransi kesehatan yang menawarkan program tertentu yang membutuhkan sejumlah uang pendaftaran.

Ada pula penipu yang menjadi ‘cucu palsu’, yaitu menunggu lansia menebak penelepon dengan salah satu nama cucu mereka sehingga penipu dapat berpura-pura menjadi cucu tersebut.

Modus lain adalah undian berhadiah yang meminta lansia untuk mengirimkan sejumlah uang sebagai ‘syarat’ untuk memperoleh hadiah tersebut.

2. Penipuan berbasis teknologi, internet, dan email

Penipuan jenis ini memanfaatkan ketidaktahuan lansia mengenai teknologi berupa pop-up yang muncul atau link tertentu yang akan mencuri informasi dari gadget yang digunakan lansia. 

3. Penipuan berbasis hubungan asmara atau kekerabatan


Lansia rentan dengan perasaan kesepian. Penipu yang menyadari hal ini akan berpura-pura menawarkan hubungan kepada lansia dan memeras uang mereka.

4. Kekerasan/pemaksaan finansial

Kekerasan finansial dilakukan oleh orang terdekat lansia, oleh anak, cucu, ataupun keluarga lainnya.

Pelaku kekerasan finansial ini akan memaksa lansia untuk menyerahkan aset serta kekayaan lansia kepada mereka.

5. Bakti sosial palsu

Penipuan berkedok kegiatan bakti sosial cukup terkenal bahkan dapat menimpa tidak hanya lansia.

Para penipu akan berpura-pura mengadakan kegiatan sosial ataupun berasal dari suatu organisasi sosial yang membutuhkan bantuan. 

Berhati-hati dan melakukan pengecekan ulang informasi yang didapatkan akan menjadi kunci utama untuk meminimalisir kemungkinan penipuan pada lansia.

Caregiver dan keluarga yang mendampingi lansia juga seyogyanya memberikan support dan penjagaan pada lansia agar mereka terhindar dari penipuan. 

 

Baca Juga:

Agar Aman, Yuk Dampingi Lansia Jelajahi Internet

Menyiapkan Keuangan sebagai Jaminan di Hari Tua

Menjalin Komunikasi yang Nyaman dengan Lansia

 

Video Lansia

 

lansia sehat, lansia bahagia, merawat lansia, geriatri,caregiver, mendampingi lansia,lansia,lansia online,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Asia Menua Cepat, Alarm bagi Krisis Tenaga Kerja dan Kesehatan Lansia

Cegah Ompong? Gampang Kok Asal Rajin

Pengalaman Saya di Tanah Suci

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026