.jpg)
Geriatri.id - Seiring dengan lonjakan kasus COVID-19 varian Omicron, Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Panjaitan Luhut meminta kelompok lanjut usia atau lansua yang memiliki kormobid atau riwayat penyakit bawaan untuk berhati-hati.
Menurut Luhut, berdasarkan data yang diterimanya, dari 27 pasien dengan gejala berat atau sedang, 59 persen di antaranya memiliki komorbid.
"Jadi saya minta, teman-teman yang punya komorbid hati-hati. 30 persen lansia, jadi kalau umur seperti saya harus super hati-hati," ujarnya saat konpers PPKM, Senin (31/1/2022).
Berita Lansia:
LANSIA ONLINE, Kelas Kesehatan dari Rumah
Bila Lansia Sakit, Begini Cara Tepat Merawatnya
3 Kunci Sukses Agar Lansia Sehat, Apa Saja?
Menjadi Lansia Sehat dan Bahagia Tanpa Kerentaan
Luhut mengingatkan agar masyarakat segera melengkapi vaksinasi. Dia menganjurkan masyarakat yang telah mendapatkan tiket booster untuk segera mendatangi gerai vaksin yang telah disiapkan pemerintah.
"Jadi Anda yang belum divaksin, Anda sasaran cukup hebat dari Omicron. Jadi kalau terjadi apa-apa dengan ini, Anda sendiri yang bertanggung jawab dengan diri sendiri," katanya.
Kasus positif COVID-19 melonjak dengan penambahan 12.422 orang pada 30 Januari 2022. Sementara jumlah pasien yang masih dalam perawatan 61.178 orang.
Peningkatan kasus kematian harian akibat varian Omicron di Jawa-Bali didorong penyebaran dari DKI Jakarta. Sementara wilayah lain di luar Pulau Jawa-Bali masih cukup rendah.
Dikatakan Luhut, pemerintah terus mengimbau masyarakat segera melakukan pemeriksaan tes antigen maupun PCR jika merasakan gejala flu dan batuk. Dengan begitu akan segera diketahui kondisi pasien dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19.***
Foto: Menko Marves yang juga Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan. (Humas Setkab/Agung)
Video Lansia:
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri