Antisipasi Serangan Omicron, Menkes Minta Percepatan Vaksinasi Lansia dan Anak


Berita Lansia - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta agar kelompok lanjut usia atau lansia dan anak-anak segera divaksinasi COVID-19.

2022-01-31 22:15:10

Geriatri.id -  Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta agar kelompok lanjut usia atau lansia dan anak-anak segera divaksinasi COVID-19. Hal itu karena COVID-19 varian Omicron lebih banyak menyerang lansia dan anak-anak. 

“Kita sudah melihat dari kasus yang sedang dan berat. Yang membutuhkan oksigen, 63 persen belum divaksin lengkap. Kebanyakan dari mereka lansia dan kita identifikasi cukup mengejutkan jumlahnya anak-anak,” ujar Menkes dalam konpers virtual, Senin (31/1/2022). 

Menkes mengatakan perlu percepatan vaksinasi terutama untuk lansia dan anak-anak. Dia menekankan agar lansia dan anak-anak menjadi prioritas vaksinasi COVID-19.

"Karena 60 persen yang meninggal itu belum vaksin lengkap dan 63 persen yang masuk bergejala sedang dan berat membutuhkan oksigen itu belum divaksinasi lengkap,” ungkapnya. 

Budi mengungkapkan saat ini lima orang meninggal dunia akibat varian Omicron. 

“Saya sampaikan, kita yang sudah meninggal 5 orang positif Omicron. Itu 60% belum divaksin lengkap,” katanya.

Lonjakan COVID-19

Kenaikan kasus konfirmasi harian COVID-19 terus terjadi dalam sepekan terakhir. Pada 30 Januari 2022 angka kasus harian mencapai 12.422. 

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, mengakui terjadi kenaikan positivity rate dalam seminggu terakhir. 

"Positivity rate mingguan kita ada kenaikan sebesar 3,65%. Hal ini selain seiring dengan kenaikan kasus konfirmasi, tapi juga sejalan dengan ditingkatkannya angka testing dan tracing," ujar dr. Nadia di laman Kemenkes.

dr. Nadia mengatakan untuk mendapatkan data komprehensif, sebaiknya dilihat dalam 7 hari terakhir, tidak hanya fokus pada data harian saja. 

"Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan No. 4805 agar kita dapat melihat perkembangannya dalam 7 hari dan tidak terfokus dengan data harian saja. Hal ini agar kita dapat melihat data secara utuh sehingga dapat memperoleh informasi yang tepat," tambahnya.

Berita Lansia:

LANSIA ONLINE, Kelas Kesehatan dari Rumah

Bila Lansia Sakit, Begini Cara Tepat Merawatnya

3 Kunci Sukses Agar Lansia Sehat, Apa Saja?

Menjadi Lansia Sehat dan Bahagia Tanpa Kerentaan

Kenaikan positivity rate ini menunjukan kemampuan deteksi Indonesia dalam hal testing dan tracing. Per 30 Januari 2022, jumlah orang yang dites 5,75 per 1000 penduduk per minggu. Angka ini jauh di atas angka anjuran WHO yaitu 1 per 1000 penduduk per minggu.

"Peningkatan kuota testing dan tracing ini merupakan upaya deteksi dini dalam mencegah perluasan penularan, serta mencegah munculnya klaster sebaran yang baru," ungkapnya.  

Selain itu, lanjut dia, sebagai usaha untuk mendeteksi lebih awal gejala COVID-19 yang diderita oleh tiap-tiap individu. Hal ini penting untuk mencegah keterlambatan penanganan kasus mengingat varian Omicron yang memiliki persebaran lebih cepat namun cenderung tidak bergejala.

Agar angka kasus ini tidak bertambah semakin besar, dr. Nadia meminta masyarakat tetap patuh untuk menjalankan protokol kesehatan. 

"Jika tidak bergejala, cukup melakukan isoman di rumah atau isoter dan manfaatkan layanan telemedicine yang tersedia. Segera lakukan vaksinasi booster, dan tetap disiplin menegakkan protokol kesehatan. Jangan lengah dan tetap selalu waspada," pungkasnya.***

Foto: Ilustrasi - Upaya cegah varian omicron.(Kemenkes)

Video Lansia:

lansia,geriatri,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026