.jpg)
Geriatri.id - Vaksin penguat dosis ketiga COVID-19 atau booster dapat memberikan perlindungan tingkat tinggi dari varian Omicron. Demikian hasil studi yang dilakukan Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA).
Studi UKHSA menunjukkan perlindungan terhadap potensi rawat inap lanjut usia atau lansia berusia 65 tahun ke atas tetap sekitar 90 persen setelah sekitar tiga bulan dilaksanakan vaksin booster. Dengan vaksin booster, durasi perlindungan penyakit parah akibat corona tetap tinggi.
Studi UKHSA melibatkan lansia berusia di atas 65 tahun yang pertama memenuhi syarat vaksin booster di Inggris. Pelaksanaan vaksinasi itu telah dimulai pada pertengahan September 2021.
Vaksin booster diberikan menyusul temuan peneliti seperti dikutip dari NDTV yang menyebutkan perlindungan dua dosis vaksin dari varian Omicron berkurang menjadi sekitar 70 persen setelah tiga bulan dan 50 persen setelah enam bulan.
Berita Lansia:
LANSIA ONLINE, Kelas Kesehatan dari Rumah
Bila Lansia Sakit, Begini Cara Tepat Merawatnya\
3 Kunci Sukses Agar Lansia Sehat, Apa Saja?
Menjadi Lansia Sehat dan Bahagia Tanpa Kerentaan
Penemuan itu menjadi pertimbangan Komite Bersama Inggris untuk Vaksinasi dan Imunisasi (JCVI) dalam pelaksanaan program booster. JCVI menilai belum perlu program vaksin dosis keempat.
Ketua Imunisasi COVID-19 JCVI, Profesor Wei Shen Lim nengatakan data itu menunjukkan dosis booster memberikan perlindungan tingkat tinggi terhadap infeksi parah akibat COVID-19.
Perlindungan itu bahkan untuk kelompok lansia atau paling rentan yang berusia di atas 80 tahun sehingga belum perlu program dosis keempat. Namun, bagi pasien yang sangat rentan dengan gangguan sistem imun disarankan mendapatkan suntikan keempat untuk vaksinasi lengkap.***
Foto: Ilusatrasi kelompok lanjut usia atau lansia.(Piqsels)
Video Lansia:
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri