Pola Tidur Buruk Berdampak Insomina pada Lansia


Kebutuhan tidur manusia tidak pernah berubah meski umur bertambah tua.

2019-08-14 22:16:24

geriatri.id - Kebutuhan tidur manusia tidak pernah berubah meski umur bertambah tua. Pola tidur yang buruk bisa berdampak insomnia termasuk pada orang lanjut usia (lansia). 

Konsultan dari Departemen Psikiatri Singapore General Hospital (SGH), Dr Tan Shiang Ming, mengatakan masalah tidur pada lansia harus menjadi perhatian serius.Pola tidur pada lansia bisa meningkatkan risiko depresi. 

"Tidur malam yang tidak cukup dapat meningatkan risiko depresi, memori yang mudah hilang, dan tak fokus," ujarnya seperti dikutip Singapore Health Change. 

Menurut Tan, lansia juga membutuhkan waktu tidur selama 7-9 jam setiap malam. Namun yang sering terjadi, banyak lansia yang justru menghabiskan lebih waktu membolak-balikkan badan di tempat tidur atau ering terbangun di malam hari. 

Jika lansia melakukan aktivitas jalan kaki atau melakukan Tai Chi di pagi hari, bisa jadi itu sebagai pelarian karena tak bisa tidur nyenyak di malam hari. 

"Ketika jam biologis internal tubuh tidak bekerja maksimal, menyebbakan orang tua bangun lebih awal di pagi hari dibandingkan orang dewasa yang lebih muda," jelasnya. 

Foto: Pixabay

lansia,pola tidur,geriatri,waktu tidur

ARTIKEL LAINNYA

Peran Keluarga dalam Mendampingi Lansia

Mengenal Perubahan Tubuh di Usia Emas Saat Berpuasa

Habis Lebaran, Yuk Gerak Lagi

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026