.jpg)
geriatri.id - Kebutuhan tidur manusia tidak pernah berubah meski umur bertambah tua. Pola tidur yang buruk bisa berdampak insomnia termasuk pada orang lanjut usia (lansia).
Konsultan dari Departemen Psikiatri Singapore General Hospital (SGH), Dr Tan Shiang Ming, mengatakan masalah tidur pada lansia harus menjadi perhatian serius.Pola tidur pada lansia bisa meningkatkan risiko depresi.
"Tidur malam yang tidak cukup dapat meningatkan risiko depresi, memori yang mudah hilang, dan tak fokus," ujarnya seperti dikutip Singapore Health Change.
Menurut Tan, lansia juga membutuhkan waktu tidur selama 7-9 jam setiap malam. Namun yang sering terjadi, banyak lansia yang justru menghabiskan lebih waktu membolak-balikkan badan di tempat tidur atau ering terbangun di malam hari.
Jika lansia melakukan aktivitas jalan kaki atau melakukan Tai Chi di pagi hari, bisa jadi itu sebagai pelarian karena tak bisa tidur nyenyak di malam hari.
"Ketika jam biologis internal tubuh tidak bekerja maksimal, menyebbakan orang tua bangun lebih awal di pagi hari dibandingkan orang dewasa yang lebih muda," jelasnya.
Foto: Pixabay
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri