Ini Alasan Mengapa Olah Raga Penting Bagi Lansia


Berita Lansia - Bergerak aktif dianjurkan  bagi lansia, salah satunya dengan berolah raga secara teratur.

2021-12-04 13:05:07

Geriatri.id -  Apakah kelompok lanjut usia (lansia) perlu berolah raga? Mungkin banyak orang beranggapan lansia merupakan saat yang tepat untuk menikmati hidup dengan mengurangi aktivitas tanpa banyak bergerak. Padahal bergerak aktif dianjurkan  bagi lansia, salah satunya dengan berolah raga secara teratur.

Dilansir Fit and Well, Ketua tim peneliti dari Harvard University Daniel E Lieberman mengungkapkan pandangan yang selama ini berkembang di masyarakat adalah mengurangi aktivitas di masa tua. 

"Pandangan yang telah meluas di masyarakat Barat, saat kita menua, adalah wajar untuk mengurangi, melakukan lebih sedikit (kegiatan) dan istirahat (pensiun)," ujarnya. 

Namun Lieberman justru menyarankan lansia melakukan hal yang berlawanan dengan pandangan itu. Menurut dia, bergerak aktif semakin penting untuk dilakukan seiring dengan bertambahnya usia.

Lieberman mengatakan, studi yang dilakukan menunjukkan, manusia berevolusi dengan menjadi aktif secara fisik, termasuk ketika memasuki lansia. Aktivitas fisik bagi lansia dapat mengalihkan energi dari proses yang memicu masalah kesehatan seperti penyakit degeneratif, jantung dan kanker.

Menjaga dan membangun otot merupakan hal penting bagi lansia. Salah satunya untuk menjaga kekuatan genggaman yang dianggap sebagai penanda kesehatan pada lansia. Pergerakan aktif lansia dapat mencegah otot dan tulang melemah. 

Untuk mendapatkan manfaat kesehatan, lansia tidak perlu melakukan olah raga berat. Resistance band merupakan salah satu jenis olah raga yang dianjurkan untuk membangun otot lansia. Selain harganya terjangkau, latihan dengan resistance band relatif lebih aman dibandingkan latihan angkat beban.

Olah raga lainnya yang bisa menjadi pilihan lansia untuk memelihara kesehatan kardiovaskular adalah berjalan cepat atau menggunakan elliptical machine.

Disarankan lansia memiliki elliptical machine atau cross trainers di rumah. Penggunaan alat ini memungkinkan lansia mengatur tingkat resistensi sehingga dapat membangun otot tanpa harus melakukan aktivitas olah raga high impact saat sendi lemah.(asp)***

Foto: Ilustrasi - Olah raga bagi lansia.(Piqsels)

lansia,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia,berita lansia,geriatri

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026