Perusahaan di Australia Kembangkan Teknologi Pantai Potensi Dehidrasi Pada Lansia


Berita Lansia - Sebuah studi yang dilakukan di tahun 2020 silam mengungkapkan, sekitar 60 persen lansia, tidak menyadari dirinya mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh.

2021-07-22 17:59:52

Geriatri.id - Sebuah studi yang dilakukan di tahun 2020 silam mengungkapkan, sekitar 60 persen lansia, tidak menyadari dirinya mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh. Padahal, dehidrasi adalah kondisi yang bisa membahayakan lansia, yang salah satunya bisa berdampak pada timbulnya gangguan kognisi pada lansia.

Persoalan ini menjadi perhatian penting Royal Commission into Aged Care Quality and Safety di Australia. Menurut lembaga tersebut, persoalan dehidrasi harus menjadi perhatian bagi para perawat yang menangani lansia dengan gangguan kognisi.

Lembaga tersebut mencatat, lansia memiliki kebutuhan cairan yang sama dengan orang dewasa yang lebih muda. Namun, perubahan dan kondisi terkait usia dapat menempatkan lansia pada risiko dehidrasi.

Asupan 'total air' yang cukup berasal dari asupan gabungan dari air minum, minuman lain dan sumber makanan. Sekitar 60% dari total asupan air berasal dari cairan, 30% berasal dari makanan lembab dan 10% sisanya dihasilkan oleh metabolisme tubuh.

Asupan cairan harian yang optimal bergantung pada berbagai faktor seperti berat badan, status kesehatan, dan pengeluaran energi. Pedoman saat ini menyarankan lansia mengkonsumsi minimal 1500 ml cairan per hari. Masalahnya, pada lansia, sinyal haus sering terganggu, sehingga mereka tidak merasakan sensasi untuk minum.

Akibatnya, banyak lansia sering menolak minum saat mengalami dehidrasi karena tidak merasa haus. Selain itu, nafsu makan yang berkurang atau gizi buruk dapat menyebabkan seseorang tidak makan atau minum dengan cukup.

Hal ini dapat menimbulkan gangguan fungsi kognitif semakin memburuk seiring dengan meningkatnya tingkat dehidrasi. Gejala umum dehidrasi ringan termasuk sakit kepala, lekas marah, konsentrasi yang buruk dan kewaspadaan yang berkurang. Pada lansia, hilangnya fungsi kognitif ini berdampak pada gangguan fungsional yang ada dan meningkatkan tingkat ketergantungan mereka, mengurangi kualitas hidup mereka.

Untuk memantau agar lansia tidak mengalami dehidrasi, sebuah perusahaan bernama Person Centered Software Australia, mengembangkan sebuah teknologi digital. Lewat teknologi ini, panti jompo dapat segera melihat penghuni mana yang tidak memiliki cukup cairan, memungkinkan tindakan yang tepat untuk diambil 

Teknologi ini juga dapat memberi saran terkait asupan cairan yang harus dikonsumsi lansia, dan jumlah asupan cairan hingga ukuran milimeter. 
CEO Person Centered Software Australia Tammy Sherwood mengatakan, teknologi ini merupakan sebuah mesin pengingat untuk menawarkan minuman pada lansia yang mengalami gangguan rasa haus.

"Teknologi ini juga dapat diatur sebagai bagian dari rutinitas perawatan yang direncanakan, dengan sistem lampu lalu lintas bendera yang memperingatkan staf ketika tugas perawatan jatuh tempo, atau kepada residen yang jatuh di bawah ambang batas cairan yang direkomendasikan untuk 24 jam bergulir," ujar Tammy seperti dikutip hospitalhealth.com.au.

Teknologi juga dapat membantu memantau asupan cairan melalui tabung gastrostomi endoskopik perkutan (PEG), yang menyediakan cairan bagi mereka yang tidak dapat mengambil cukup cairan secara manual.

Selain membantu meningkatkan tingkat hidrasi lansia, teknologi dapat memberi bantua untuk menganalisis insiden apa pun, melacak tindakan apa yang menyebabkannya, dan mencegah terjadinya insiden di masa mendatang.
 
"Misalnya, dengan mendokumentasikan gejala gangguan kognitif, staf panti jompo mungkin dapat mengenali pola dan dapat menyesuaikan praktik mereka untuk mendukung para lansia penghuni panti dengan lebih baik," tegasnya.

Geriatri.id

foto: lansia minum (depositphotos)
 

lansia, lansia sehat,merawat lansia,geriatri,dehidrasi,lansia bahagia,lansia online,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

'Apakah Boleh Kita Meminta dan Memilih Pulang?'

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026