Hari Donor Darah Sedunia, Setetes Selamatkan Sesama


Pralansia, yang umumnya berada pada usia produktif akhir, memiliki peluang besar untuk mulai atau terus menjaga rutinitas donor darah

2026-06-14T06:23

Geriatri - Tanggal 14 Juni yang diperingati sebagai Hari Donor Darah Sedunia menjadi momen penting untuk menegaskan bahwa aksi kemanusiaan ini terbuka bagi berbagai kelompok usia, termasuk pralansia dan lansia. Di tengah meningkatnya kebutuhan darah, kehadiran mereka menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga ketersediaan stok darah yang aman dan cukup.

Sebelumnya, laman resmi WHO, tema Hari Donor Darah Sedunia 2026 adalah "One Drop of Humanity. Give Blood. Save Lives." Tema tersebut terinspirasi dari gagasan bahwa seluruh nilai kemanusiaan dapat tercermin dalam satu tetes darah yang diberikan untuk membantu sesama.

Pesan-pesan yang dibawa Badan Kesehatan Dunia itu antara lain:

  • Mendorong peningkatan jumlah donor darah sukarela dan tanpa bayaran secara berkelanjutan.
  • Meningkatkan kesadaran tentang dampak penyelamatan nyawa dari donor darah dan plasma.
  • Mengapresiasi kontribusi para pendonor darah bagi sistem kesehatan.
  • Menumbuhkan nilai solidaritas, kemanusiaan, dan kepedulian terhadap sesama.
  • Mengajak pemerintah dan mitra kesehatan memperkuat program pelayanan darah nasional.
  • Mendukung akses universal terhadap transfusi darah yang aman bagi semua orang.

Pralansia, yang umumnya berada pada usia produktif akhir, memiliki peluang besar untuk mulai atau terus menjaga rutinitas donor darah. Pada fase ini, kondisi fisik masih relatif kuat, sehingga kebiasaan donor dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat sekaligus bentuk kepedulian sosial yang berkelanjutan.

Sementara itu, lansia yang tetap sehat dan memenuhi syarat medis menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk berbagi. Mereka adalah bukti nyata bahwa dengan menjaga kesehatan, seseorang tetap dapat berkontribusi bagi sesama, bahkan di usia yang lebih matang.

Lansia yang telah lama menjadi pendonor rutin – sebaiknya yang maksimum berusia sampai 65 tahun-- juga memiliki nilai lebih sebagai “pendonor berpengalaman”. Tubuh mereka umumnya sudah beradaptasi dengan proses donor, dan mereka memahami pentingnya menjaga kondisi tubuh sebelum dan sesudah mendonorkan darah.

Lebih dari itu, keberadaan pralansia dan lansia sebagai pendonor memiliki nilai inspiratif. Mereka menjadi teladan bagi generasi muda bahwa kepedulian sosial tidak berhenti oleh usia, melainkan terus hidup selama seseorang masih memiliki semangat untuk berbagi.

Namun demikian, aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama. Setiap calon pendonor, khususnya lansia, harus melalui pemeriksaan kesehatan untuk memastikan bahwa donor darah dilakukan dalam kondisi yang aman, baik bagi pendonor maupun penerima.

Pada akhirnya, Hari Donor Darah Sedunia tidak hanya tentang menyumbangkan darah, tetapi juga tentang merayakan semangat kemanusiaan lintas generasi. Pralansia dan lansia, dengan pengalaman dan keteladanannya, menjadi bagian penting dalam memperkuat budaya donor darah yang berkelanjutan di masyarakat.

hari donor darah sedunia,hari donor darah sedunia 2026,berita lansia,lansia sehat

ARTIKEL LAINNYA

Mitos dan Fakta Seputar Kolesterol

Ke Bedugul? Ayo, Siapa Takut

Orangtua Ingin Mie Instan? Jawabannya Adalah...

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026