
Geriatri - Tanggal 14 Juni yang diperingati sebagai Hari Donor Darah Sedunia menjadi momen penting untuk menegaskan bahwa aksi kemanusiaan ini terbuka bagi berbagai kelompok usia, termasuk pralansia dan lansia. Di tengah meningkatnya kebutuhan darah, kehadiran mereka menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga ketersediaan stok darah yang aman dan cukup.
Sebelumnya, laman resmi WHO, tema Hari Donor Darah Sedunia 2026 adalah "One Drop of Humanity. Give Blood. Save Lives." Tema tersebut terinspirasi dari gagasan bahwa seluruh nilai kemanusiaan dapat tercermin dalam satu tetes darah yang diberikan untuk membantu sesama.
Pesan-pesan yang dibawa Badan Kesehatan Dunia itu antara lain:
Pralansia, yang umumnya berada pada usia produktif akhir, memiliki peluang besar untuk mulai atau terus menjaga rutinitas donor darah. Pada fase ini, kondisi fisik masih relatif kuat, sehingga kebiasaan donor dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat sekaligus bentuk kepedulian sosial yang berkelanjutan.
Sementara itu, lansia yang tetap sehat dan memenuhi syarat medis menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk berbagi. Mereka adalah bukti nyata bahwa dengan menjaga kesehatan, seseorang tetap dapat berkontribusi bagi sesama, bahkan di usia yang lebih matang.
Lansia yang telah lama menjadi pendonor rutin – sebaiknya yang maksimum berusia sampai 65 tahun-- juga memiliki nilai lebih sebagai “pendonor berpengalaman”. Tubuh mereka umumnya sudah beradaptasi dengan proses donor, dan mereka memahami pentingnya menjaga kondisi tubuh sebelum dan sesudah mendonorkan darah.
Lebih dari itu, keberadaan pralansia dan lansia sebagai pendonor memiliki nilai inspiratif. Mereka menjadi teladan bagi generasi muda bahwa kepedulian sosial tidak berhenti oleh usia, melainkan terus hidup selama seseorang masih memiliki semangat untuk berbagi.
Namun demikian, aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama. Setiap calon pendonor, khususnya lansia, harus melalui pemeriksaan kesehatan untuk memastikan bahwa donor darah dilakukan dalam kondisi yang aman, baik bagi pendonor maupun penerima.
Pada akhirnya, Hari Donor Darah Sedunia tidak hanya tentang menyumbangkan darah, tetapi juga tentang merayakan semangat kemanusiaan lintas generasi. Pralansia dan lansia, dengan pengalaman dan keteladanannya, menjadi bagian penting dalam memperkuat budaya donor darah yang berkelanjutan di masyarakat.
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri