Bolehkah Lansia dengan Demensia Minum Kopi dan Teh?


Berita Lansia - Dr. dr. Ray W Basrowi, MKK, Ahli Kedokteran Komunitas, Ahli Gizi Komunitas dalam kanal YouTube Alzheimer Indonesia menjelaskan kopi dan teh bukan minuman yang harus dihindari lansia atau orang dengan demensia.

2021-05-20 12:49:50

Geriatri.id - Penelitian tentang dampak kesehatan caffeine pada diri manusia sudah dilakukan bertahun-tahun lamanya oleh ilmuwan.

Banyak pendapat yang mengatakan untuk membatasi konsumsi kafein karena tidak baik untuk kesehatan.

Namun penelitian lain datang mengungkapkan konsumsi caffeine dengan batasan normal bisa menurunkan kejadian penyakit Alzheimer. 

Dr. dr. Ray W Basrowi, MKK, Ahli Kedokteran Komunitas, Ahli Gizi Komunitas dalam kanal YouTube Alzheimer Indonesia menjelaskan kopi dan teh bukan minuman yang harus dihindari oleh lansia atau orang dengan demensia (ODD).

Yang perlu diperhatikan ODD yang sudah terbiasa minum kopi dan teh, kebiasaan ini justru jangan dihentikan.

Beberapa penelitian sudah membuktikan adanya beberapa substansi kimia pada kopi dan teh yang dapat membantu meningkatkan mood pada ODD. Bahkan bisa membuat lansia ODD bisa lebih tenang.

Selain itu banyak penelitian yang menyebutkan minum kopi paling banyak 3 cangkir sehari bisa membantu mengurangi resiko demensia sebanyak 65%. 

Meski demikian caffeine juga memiliki efek samping karena bisa meningkatkan dehidrasi. Orang yang suka mengkonsumsi kafein akan lebih sering buang air kecil.

Oleh sebab itu, lansia harus tetap menjaga asupan cairan, jangan sampai berkurang dan menyebabkan dehidrasi.


Dehidrasi pada ODD bisa memperberat perubahan mood pada mereka.

Hal lain yang harus diperhatikan, terutama pada teh, untuk memerhatikan teh yang langsung diseduh bukan dalam bentuk kantung teh.

Karena, ada beberapa komponen yang bisa menghambat penyerapan zat gizi mikro yang terdapat pada makanan yang dikonsumsi.

DIsarankan kepada oma opa untuk mengkonsumsi teh 1-2 jam setelah makan. Hal ini untuk menghindari penghambatan vitamin, mineral dan zat besi yang ada pada makanan. (Dewi Retno untuk Geriatri.id | Foto Pixabay)

Lansia,Kopi,Teh,Demensia,Alzheimer,Alzheimer Indonesia ,Ray W Basrowi,Gizi,Geriatri,Merawat Lansia,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Sekolah Lansia: Cara Baru Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental di Usia Senja

Mobil-Mobil ini Mungkin Cocok untuk Lansia

Cara Penggunaan Tongkat agar Tetap Seimbang

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026