
Geriatri.id - Mantan Juru Bicara Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Wimar Witoelar meninggal dunia pada Rabu (19/5/2021) pada usia 75 tahun. Wimar sempat mengalami kondisi kritis di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta Selatan akibat penyakit sepsis.
Apa itu sepsis? Dilansir dari Healthline, sepsis merupakan kondisi yang terjadi ketika respons tubuh terhadap infeksi merusak jaringannya sendiri. Kondisi ini sangat berbahaya dan bisa mengancam nyawa.
Sepsis berkembang ketika bahan kimia yang dilepaskan sistem kekebalan ke aliran darah untuk melawan infeksi menyebabkan peradangan di seluruh tubuh.
Semua jenis infeksi bakteri, virus atau jamur dapat menyebabkan sepsis. Infeksi yang lebih sering menyebabkan sepsis adalah infeksi paru-paru, seperti pneumonia; infeksi ginjal, kandung kemih, dan bagian lain dari sistem saluran kemih; infeksi saluran pencernaan; infeksi pada aliran darah (bakteremia); infeksi situs kateter; serta infeksi luka atau luka bakar.
Berita Lansia:
LANSIA ONLINE, Kelas Kesehatan dari Rumah
Bila Lansia Sakit, Begini Cara Tepat Merawatnya
3 Kunci Sukses Agar Lansia Sehat, Apa Saja?
Menjadi Lansia Sehat dan Bahagia Tanpa Kerentaan
Lansia berisiko mengalami sepsis karena sistem kekebalan tubuh melemah seiring bertambahnya usia.
Dalam sebuah studi tahun 2006, orang yang berusia di atas 65 tahun mendominasi hampir 70 persen kasus sepsis.
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko sepsis, yakni usia yang lebih tua, masa bayi, sistem kekebalan yang terganggu, diabetes, penyakit ginjal atau hati kronis, perangkat invasif, orang yang dirawat di ICU, dan penggunaan antibiotik.
Saat sepsis memburuk, aliran darah ke organ vital, seperti otak, jantung, dan ginjal, menjadi terganggu.
Sepsis dapat menyebabkan pembekuan darah yang tidak normal.
Kondisi ini mengakibatkan gumpalan kecil atau pecahnya pembuluh darah yang merusak atau menghancurkan jaringan.
Kebanyakan orang sembuh dari sepsis ringan, tetapi angka kematian akibat syok septik sekitar 40 persen.
Oleh karena itu, segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami infeksi, bahkan apabila sudah mengalami gejala sepsis.
Gejala dan pencegahan sepsis
Ada tiga tahap sepsis, yakni sepsis, sepsis berat, dan syok septik. Gejala pada setiap tahapan sepsis, yaitu:
- Demam di atas 101 derajat F (38 derajat C) atau suhu di bawah 96,8 derajat F (36 derajat C).
- Detak jantung lebih tinggi dari 90 detak per menit.
- Tingkat pernapasan lebih tinggi dari 20 napas per menit.
- Kemungkinan atau infeksi yang dikonfirmasi
Sepsis berat terjadi bila ada kegagalan organ. Penderita sepsis akan memiliki satu atau lebih dari tanda-tanda seperi bercak kulit yang berubah warna, penurunan buang air kecil, perubahan kemampuan mental, jumlah trombosit rendah, masalah pernapasan, fungsi jantung abnormal, menggigil karena penurunan suhu tubuh, ketidaksadaran, dan kelemahan ekstrem.
Sepsis dapat dengan cepat berkembang menjadi syok septik dan kematian jika tidak ditangani secara tepat.
Syok sepsis adalah penurunan tekanan darah parah yang dapat menyebabkan gagal napas atau jantung, stroke, kegagalan organ lain, dan kematian.
Ada beberapa cara untuk mencegah sepsis:
- Lakukan vaksinasi, baik vaksin untuk flu, pneumonia, dan infeksi lainnya.
- Perhatikan kebersihan yang termasuk mempraktikkan perawatan luka yang benar, mencuci tangan, dan mandi secara teratur.
- Segera lakukan perawatan segera jika Anda mengembangkan tanda-tanda infeksi.
Sebab semakin cepat Anda mendapatkan perawatan, semakin baik hasilnya.*** (ymr | foto Pixabay)
Video Lansia:
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri