
Geriatri - Jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi ini menghadirkan tantangan baru, terutama dalam menjaga kesehatan, kemandirian, dan kualitas hidup para lansia. Salah satu program yang kini berkembang di berbagai daerah adalah Sekolah Lansia Indonesia atau Sekolah Lansia Tangguh (SELANTANG).
Sekolah Lansia merupakan program pendidikan nonformal yang dirancang khusus bagi lansia dan pralansia. Konsep yang dikembangkan adalah pendidikan sepanjang hayat (long life education), yaitu pembelajaran yang dapat dilakukan oleh seseorang di setiap tahap kehidupan, termasuk saat memasuki usia senja.
Program ini banyak dikembangkan melalui kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) yang dibina oleh Kemendukbangga/BKKBN bersama berbagai organisasi masyarakat dan Yayasan Indonesia Ramah Lansia.
Tujuan utama Sekolah Lansia adalah mewujudkan lansia yang SMART, yaitu Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat.
Untuk mencapai tujuan tersebut, pembelajaran dirancang berdasarkan tujuh dimensi lansia tangguh, meliputi aspek spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial kemasyarakatan, profesional-vokasional, dan lingkungan. Melalui pendekatan ini, lansia diharapkan mampu menjalani masa tua dengan kualitas hidup yang lebih baik.
Salah satu fokus utama Sekolah Lansia adalah kesehatan. Dalam setiap pertemuan, peserta mendapatkan edukasi mengenai pola hidup sehat, pencegahan penyakit degeneratif, gizi seimbang, aktivitas fisik yang aman, serta pentingnya menjaga kesehatan mental.
Lansia juga diajarkan cara mengenali tanda-tanda masalah kesehatan yang umum terjadi pada usia lanjut, seperti hipertensi, diabetes, osteoporosis, dan gangguan daya ingat. Melalui edukasi kesehatan yang rutin, lansia diharapkan mampu mengelola kesehatannya secara mandiri.
Kesehatan lansia tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga kesehatan mental dan fungsi kognitif. Salah satu manfaat besar Sekolah Lansia adalah memberikan kesempatan bagi para peserta untuk terus belajar, berdiskusi, dan berinteraksi dengan teman sebaya.
Aktivitas belajar, mengingat informasi baru, serta berpartisipasi dalam diskusi dapat membantu merangsang kerja otak. Selain itu, interaksi sosial yang terjalin selama kegiatan sekolah membantu mengurangi rasa kesepian yang sering dialami lansia, terutama mereka yang tinggal sendiri atau jarang bertemu keluarga.
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri