Lansia Alami Gangguan Mental? Ini Cara Mengenali dan Mengatasinya


Berita Lansia - Tanda lainnya adalah adanya gangguan tidur yang dialami lansia.

2021-05-18 12:49:52

Geriatri.id - Di masa pandemi ini, kesehatan mental lansia menjadi isu yang sangat penting untuk diperhatikan. Sebuah riset yang dilakukan oleh Universitas Michigan menunjukkan, pandemi virus corona memperburuk kesehatan mental dan tidur para lansia. 

Hampir satu dari lima orang lansia mengatakan kesehatan mental mereka semakin memburuk sejak pandemi dimulai pada Maret 2020, dan persentase yang sama mengatakan bahwa tidur mereka juga terganggu pada jangka waktu itu. 

Bentuk gangguan mental yang dialami cukup beragam, mulai dari merasa tertekan atau putus asa, gugup atau cemas, hingga stres. Bagaimana cara mengenali lansia yang mengalami gangguan mental dan cara mengatasinya?

Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Muhammad Alkaff mengatakan, Ada beberapa cara untuk mengenali lansia yang alami gangguan psikologis.

"Paling terlihat adalah dari perubahan perilaku," ujarnya, dalam siaran langsung Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan, Selasa (18/5/2021).

Dr. Alkaff mengingatkan, jika lansia jadi lebih banyak murung, berdiam diri dalam kamar, dan jarang bersosialisasi, anggota keluarga yang lain disarankan untuk mulai curiga. 

Kemudian, lansia yang mengalami gangguan mental juga kerap mudah tersinggung maupun marah. Lansia juga lebih sering melamun. 

Tanda lainnya adalah adanya gangguan tidur yang dialami lansia. "Gangguan tidur, kalau siang tidur kalau malam melek tapi bengong, itu juga harus kita perhatikan. Lakukan pendekatan dengan ajak ngobrol," jelasnya.


Nah, bagaimana cara mengatasi agar lansia tak mengalami gangguan kesehatan mental? Dr. Alkaff mengatakan, mengobrol jadi cara paling mudah untuk mengenali juga memahami perasaan lansia.

Anggota keluarga juga disarankan untuk mendukung segala aktivitas positif yang menjadi hobi dari para orangtua.

Selain baik untuk kesehatan mentalnya, hal tersebut juga bisa menjadi aktivitas fisik bagi mereka.

"Tentu dengan ngobrol, yang tadinya sedih, ada gangguan depresi, merasa semakin tua gak bisa ngapa-ngapain, jadi bisa tersalurkan. Tentu saja ngobrol itu hal yang penting. Kita akan mencapai apa yang mereka inginkan," tegas dr. Alkaff.***

(Geriatri.id)

Ilustrasi lansia mengalami kecemasan (depositphotos)
 

lansia, lansia sehat,merawat lansia, geriatri,kesehatan mental lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

'Apakah Boleh Kita Meminta dan Memilih Pulang?'

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026