Kembali
×
Kiat Melakukan Panggilan Video Zoom Bersama Pengidap Demensia
18 Mei 2021 06:01 WIB

Geriatri.id--Banyak orang mengandalkan panggilan video agar tetap terhubung dengan orang tersayang selama pandemi COVID-19 ini, seperti orang tua yang sudah lanjut usia (lansia) dengan demensia.

Panggilan video ini dapat dilakukan dengan berbagai aplikasi seperti Zoom, Facetime, Skype, dan lain-lain.

Komunikasi melalui video call setidaknya dapat melepas rasa kesepian. Bahkan sebuah studi menyatakan bahwa berbicara di layanan konferensi video seperti Zoom selama pandemi virus corona membantu mencegah efek demensia pada lansia. (Baca: Lansia Bicara di Zoom Cegah Demensia)

Bagaimana komunikasi melalui video dapat bermakna dan bermanfaat? 

Manfaat panggilan video itu tentu saja akan dipetik kalau kita memiliki strategi ketika berbicara melalui panggilan video.

Berikut adalah kiat menggunakan panggilan video yang disusun berdasarkan pengalaman relawan di Alzheimer San Diego, Amerika Serikat.

1. Lakukan riset

Tidak usah membayangkan riset itu sebagai sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal.

Riset di sini adalah mengumpulkan informasi seputar teman atau anggota keluarga yang hidup dengan demensia.

Cari tahu apa yang ingin mereka bicarakan. Pikirkan tentang di mana mereka dilahirkan, orang-orang penting dalam hidup mereka, karier, hobi dan bakat, film dan acara TV favorit, musik dan lagu favorit, makanan dan minuman favorit.

Anda dapat menambahkan daftarnya! Untuk mencari tahu informasi itu, Anda dapat menggali informasi dari perawat.


Strategi itu sangat berhasil dalam program Sahabat ALZ Virtual Alzheimer San Diego. Sungguh luar biasa melihat betapa bersemangatnya orang-orang membicarakan hal-hal favorit mereka.

2. Bagikan layar Anda

Banyak opsi perangkat lunak seperti Zoom memungkinkan Anda untuk berbagi layar. Ini adalah cara yang bagus untuk membuat seseorang yang hidup dengan demensia tetap bersemangat dan terlibat saat Anda melakukan petualangan virtual bersama.

Ada begitu banyak tempat yang dapat Anda jelajahi, baik itu kamera live di kebun binatang atau melakukan pendakian virtual yang menakjubkan.

Anda juga bisa bermain game atau menonton film bersama, atau bahkan bernostalgia dengan melihat foto-foto keluarga lama.

Saat berbagi layar Anda, penting untuk tetap memperhatikan bagaimana orang tersebut bereaksi terhadap perubahan gambar.

Anda mungkin ingin menceritakan apa yang mereka lihat untuk membantu menghindari kebingungan.

3. Berkreasilah dengan musik

Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa terapi musik dapat menjadi alat yang luar biasa bagi penderita demensia.

Terkadang orang yang kehilangan kemampuan berbicara masih bisa bernyanyi dengan nada yang sudah dikenalnya.

Menurut Mayo Clinic, ingatan musik sering dipertahankan karena area otak utama yang terkait dengan memori musik relatif tidak rusak oleh penyakit Alzheimer.

Musik juga dapat meredakan stres, mengurangi kecemasan atau depresi, dan mengurangi agitasi.

Ada banyak cara untuk menggunakan musik selama panggilan video.

Anda dapat menyusun playlist lagu favorit untuk dinyanyikan bersama, atau membuat sesi jam pribadi jika Anda dapat memainkan alat musik. Musik adalah cara yang ampuh untuk terhubung.

4. Tunjukkan dan ceritakan


Ide lain ketika merencanakan kunjungan virtual adalah menciptakan peluang bagi Anda dan orang yang hidup dengan demensia untuk "menunjukkan dan menceritakan".

Bekerja samalah dengan perawat terlebih dahulu untuk menyiapkan objek berharga seperti album foto keluarga di sisinya.

Siapkan sesuatu yang bermakna untuk ditampilkan dan dibicarakan di pihak Anda. Ini adalah cara yang bagus untuk memulai percakapan yang mudah, dan untuk mempelajari lebih lanjut tentang hal-hal yang Anda berdua hargai. Itu juga dapat memicu ide untuk kunjungan Anda berikutnya.

Misalnya, jika orang tersebut berbagi bahwa mereka adalah seorang fanatik mobil, kunjungan Anda berikutnya dapat berupa tur virtual ke museum Lamborghini.

5. Miliki rencana cadangan - dan bersikaplah fleksibel 

Saat mempersiapkan kunjungan virtual, persiapkan beberapa topik dan ide berbeda untuk dicoba. Ikuti petunjuk orang dengan demensia tersebut.

Jika mereka ingin mengobrol selama satu jam, itu luar biasa. Jika mereka siap untuk menyelesaikannya setelah 5 atau 10 menit, tidak apa-apa juga.

Dengan tidak memaksakan apapun dan mengikuti arus, itu akan menjadi kunjungan yang jauh lebih menyenangkan bagi Anda berdua.***(ymr | alzsd.org | foto pixabay)

Artikel Lainnya
Artikel
02 Februari 2026 10:09 WIB
Artikel
02 Februari 2026 07:10 WIB
Artikel
31 Januari 2026 08:23 WIB
Tags
Lansia
Demensia
Zoom
Merawat Lansia
Alzheimer
Alzi